Morut, Teraskabar.id– Aktivitas pertambangan PT. Sumber Swara Pratama (SSP) di Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, dinilai “ugal-ugalan”, menyebabkan hampir 15 hektare perkebunan sawit warga rusak tergenang lumpur karena terdampak.
Petani sawit di Desa Tiu, Jufri Toadji, mengaku kesal karena perkebunan rusak akibat aktivitas perusahaan di wilayah IUP PT. SSP. Bahkan ia mengaku sudah 2 kali menyurat ke Camat Petasia Barat, namun tidak mendapatkan respon sehingga akan melakukan pemalangan.
“Hari ini tidak ada itikad baik dari PT. SSP untuk dilaksanakan pertemuan terkait dampak ini,”ujar Jufri.
“Saya sudah menyurat ke Camat Petasia Barat 2 kali, jika tidak direspon minggu ini kami akan menyurat ke DPRD Morut atas tindakan pencemaran yang dilakukan PT. SSP,” tegas Jufri Toadji.
Sementara pihak PT. SSP sulit untuk dikonfirmasi. Yang bisa terkonfirmasi justeru kontraktor di IUP PT. SSP. Salah satunya dari RJR Group. (erny/teraskabar)







