Minggu, 25 Januari 2026

Ketua Askab PSSI Morowali Tegaskan Komitmen Bangun Sepak Bola Daerah Secara Profesional

Ketua Askab PSSI Morowali Tegaskan Komitmen Bangun Sepak Bola Daerah Secara Profesional
Gafar Hilal. Foto: Ghafur

Morowali, Teraskabar.id– Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Morowali, Gafar Hilal, menegaskan komitmennya untuk membangun sepak bola di Kabupaten Morowali secara profesional, tanpa intervensi pihak luar dan tanpa praktik nepotisme.

Penegasan tersebut disampaikan Gafar menyusul kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin kembali Askab PSSI Morowali periode 2025-2029 yang dilantik langsung Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah, H. Hadianto Rasyid, Sabtu (25/06/2025) di Kabupaten Morowali.

Gafar yang juga adalah Ketua Askab PSSI Morowali periode 2000-2024 ini menyatakan bahwa, sejak awal motivasi utamanya menerima amanah sebagai Ketua Askab adalah bentuk kepeduliannya terhadap perkembangan sepak bola di daerah.

“Saya siap memimpin, tapi dengan catatan bahwa tidak boleh ada intervensi dan tidak ada campur tangan kepentingan pribadi. Sepak bola harus dibangun secara objektif dan profesional,” ujarnya kepada Teraskabar, Senin (23/6/2025).

Menurut Legislator Partai Nasdem ini, sepak bola merupakan olahraga paling digemari masyarakat Morowali, dari anak-anak hingga orang tua. Karena itu, pembinaan bibit-bibit muda harus dilakukan secara serius dan terstruktur. Ia menegaskan, dalam pembinaan pemain, Askab Morowali menolak segala bentuk nepotisme.

“Tidak boleh ada istilah anak teman, anak pejabat, atau anak pengurus yang langsung dipilih. Semua harus melalui proses seleksi yang fair agar melahirkan pemain yang handal dan profesional,” katanya.

Di bawah kepemimpinannya, Askab PSSI Morowali telah melahirkan 20 pelatih berlisensi, yang menjadi sejarah baru bagi perkembangan sepak bola di daerah tersebut. Ia juga menargetkan pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) di berbagai wilayah sebagai bagian dari pembinaan usia dini.

Terkait target jangka pendek, Gafar menargetkan medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah tahun 2026, di mana Morowali akan bertindak sebagai tuan rumah. Pada Porprov 2022, Morowali berhasil meraih medali perunggu untuk pertama kalinya setelah lebih dari dua dekade.

“Target kita emas. Kemarin sudah kita buktikan bisa dapat perunggu, sekarang saatnya naik level, kita harus dapat emas,” tegasnya.

Sementara itu, untuk jangka panjang, Gafar menargetkan pembinaan berkelanjutan agar kelak muncul pemain-pemain asal Morowali yang bisa tampil di tim nasional.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur. Saat ini, Morowali hanya memiliki satu stadion mini, dan kualitas lapangan di desa serta kecamatan masih sangat minim.

“Kalau pemerintah benar-benar serius ingin membangun sepak bola, minimal setiap kecamatan punya lapangan bertaraf nasional. Itu penting untuk menunjang bakat-bakat yang ada,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa lebih aktif merespons Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional, yang menjadi payung hukum pembangunan sepak bola di seluruh daerah.

Tak hanya mengandalkan dukungan pemerintah, Askab PSSI Morowali juga membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta. “Morowali punya banyak investor. Kita harap ada yang bersedia menjadi bapak asuh klub. Kita ingin punya klub sendiri, seperti misalnya Morowali FC atau Maleo FC yang bisa menjadi ikon daerah,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen sepak bola, termasuk pelatih, pemain, dan suporter, untuk bersama-sama membangun sepak bola Morowali.

“Kepada pelatih, teruslah belajar dan mengembangkan diri. Kepada pemain, jangan hanya latihan saat ada turnamen. Dan kepada suporter, mari dukung tim dengan semangat fair play,” ujarnya. (Ghaff/Teraskabar)