Minggu, 25 Januari 2026

Masyarakat Witaraya Bergerak, PKM PT BTIIG Batal Digelar

Masyarakat Witaraya Bergerak, PKM PT BTIIG Batal Digelar
Aksi massa masyarakat Witaraya menolak pelaksanaan PKM PT BTIIG, Jumat (11/7/2025). Foto : Ghaff

Morowali, Teraskabar.id– Rencana pelaksanaan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (11/7/2025) di Balai Pertemuan Kecamatan Bumi Raya, Desa Bahonsuai, resmi batal. Acara yang sedianya digelar oleh PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) itu gagal dilaksanakan karena tidak satupun undangan hadir, termasuk dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali.

Sebaliknya, lokasi kegiatan justru dipadati massa yang terdiri dari petani dan penambang pasir yang menyatakan penolakan terhadap agenda tersebut. Mereka menggelar aksi demonstrasi di halaman balai pertemuan, menyuarakan keberatan atas rencana pemanfaatan Sungai Karaopa oleh perusahaan untuk kebutuhan industri.

Koordinator aksi, Alimudin, yang juga Ketua Gerakan Petani Indonesia Menggugat (Gapit), menyampaikan bahwa penolakan masyarakat dipicu oleh minimnya keterlibatan publik dalam proses awal perencanaan.

“Kami tidak melihat adanya niat baik dari pihak perusahaan. Seharusnya dilakukan sosialisasi pra-PKM ke desa-desa terdampak agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dan kekhawatirannya,” kata Alimudin.

Menurut Alimudin, Sungai Karaopa adalah urat nadi kehidupan ribuan warga di Kecamatan Bumi Raya dan Witaponda (Witaraya), khususnya para petani yang menggantungkan sistem irigasi mereka pada sungai tersebut.

“Kami menolak keras pengalihan fungsi sungai untuk kebutuhan industri. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keberlangsungan hidup warga,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT BTIIG belum memberikan tanggapan resmi atas batalnya kegiatan PKM. Pihak media Teraskabar.id telah mencoba menghubungi perwakilan perusahaan, namun belum mendapat konfirmasi lebih lanjut. (Ghaff/Teraskabar)

  Bangun Budaya Cinta Lingkungan, PT Vale Gencarkan Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Morowali