Rabu, 28 Januari 2026

AKBP Suprianto Resmi Digantikan, Ketua Yayasan Tepe Asa Morowali Sampaikan Apresiasi atas Kepemimpinan Humanisnya

AKBP Suprianto Resmi Digantikan, Ketua Yayasan Tepe Asa Morowali Sampaikan Apresiasi atas Kepemimpinan Humanisnya
AKBP Suprianto, S.I.K., M.H., (Kiri) dan Ketua Yayasan Tepe Asa Morowali, Nursalim Z.A (Kanan). Foto: Kolase

Morowali, Teraskabar.id— Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah resmi melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama, termasuk jabatan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Morowali. AKBP Suprianto, S.I.K., M.H., yang selama ini menjabat sebagai Kapolres Morowali, menyerahkan tongkat komando kepada penggantinya, AKBP Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H.

Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen. Pol. Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., dan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolda Sulteng, Palu, Kamis (17/7/2025).

Pergantian pucuk pimpinan di Polres Morowali ini tidak hanya menjadi momen struktural di lingkungan kepolisian, namun juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Yayasan Tepe Asa Morowali, Nursalim Z.A., yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja dan keteladanan AKBP Suprianto selama menjabat.

“Beliau adalah sosok polisi yang baik, humanis, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kepemimpinannya mencerminkan wajah Polri yang ramah dan responsif,” ungkap Nursalim.

Ia menyebutkan bahwa selama masa kepemimpinan AKBP Suprianto, berbagai dinamika sosial yang muncul di Morowali berhasil direspon secara cepat, adil, dan persuasif. Salah satunya saat meredam potensi konflik dalam kasus ujaran kebencian terhadap Guru Tua Alkhairaat oleh Fuad Plered, yang sempat memantik gelombang aksi massa.

“Beliau hadir langsung, menyapa dengan hati, dan meredakan situasi dengan komunikasi yang menyejukkan. Ini bukan hal sepele dalam konteks keamanan sosial,” tutur Nursalim.

Menurutnya, keterbukaan AKBP Suprianto dalam menerima aspirasi serta membangun komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Kepemimpinan seperti ini harus dirawat dan ditularkan. Kami sangat berharap nilai-nilai tersebut terus diwarisi oleh para penerus beliau,” lanjutnya.

  Ibu Korban Cari Keadilan, Gadis Disabilitas di Morowali Disetubuhi Imbalan Mi Instan

Sebagai penutup, Nursalim menyampaikan doa dan harapan agar AKBP Suprianto senantiasa diberi kekuatan dalam tugas-tugas barunya.

“Terima kasih, Bapak AKBP Suprianto. Anda bukan sekadar aparat, tapi sosok penegak hukum yang menggunakan hati nurani. Semoga Allah senantiasa menjaga dan membimbing langkah Anda,” pungkasnya.(Ghaff/Teraskabar)