Minggu, 25 Januari 2026

Empat Warga Korban Bentrok Antardesa di Morowali Utara

Tiga Warga Desa Bimor Jaya Morowali Utara Jadi Korban Pembacokan Sekelompok Warga
Korban telah ditangani tim medis RSUD Kolonodale Morowali Utara. Foto: Istimewa

Morut, Teraskabar.id– Empat warga dari dua desa yang terlibat perkelahian antara dua Desa Keuno dangan Desa Bimor Jaya, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara(Morut) menjadi korban. Perkelahian oleh sekelompok orang tersebut pada Sabtu (19/7/2025) pukul 14.30 Wita di perempatan Desa Mahoni, Kecamatan Petasia mengakibatkan Yoel Lambayu (38), Baco Malingati (42), Libernan (40), mengalami luka-luka. Ketiganya warga desa Keuno. Seorang lagi dari Desa Bimor Jaya atasnama Samuel, juga mengalami luka luka.

Ketiga korban dievakuasi ke Puskesmas Molino sekitar pukul 16.30 Wita karena mengalami luka bacokan. Korban Yoel Lambayu mengalami luka dibagian kepala dan lengan sebelah kanan. Begitupula korban Libernan mengalami luka di bagian kepala, memar mata sebelah kanan dan luka pipi bagian kanan. Sedangkan korban lainnya, Baco Malingati dan Samuel mengalami luka bagian kepala dan muka.

“Pada pukul 17.15 Wita, Yoel Lambayu yang mengalami luka dibagian kepala dan lengan sebelah kanan, dirujuk ke RSUD Kolonodale untuk perawatan lanjut,” kata sumber resmi kepada media ini, Sabtu malam (19/7/2025).

Informasi yang diperoleh media ini, kronologi kejadian diduga dipicu oleh aksi balas dendam oleh sekelompok warga setelah salah seorang rekannya dipukul oleh warga Desa Keuno inisial IM.

“Ada anak yang dari Masara datang di Desa Keuno menghadiri acara Padungku, dan pada saat dia pulang membunyikan motornya dengan suara yang keras sehingga ditegur dari salah satu warga Keuno dan anak itu langsung lari dan dikejar oleh warga inisial IM lantas anak itu dipukul,” kata sumber.

Esok harinya, warga inisial IM  berangkat dari rumahnya menuju Desa Ungkea untuk memancing ikan. Di tengah jalan, sekelompok warga bertemu dengan inisial IM, lantas mereka langsung memukul korban sehingga mengalami memar di bagian muka.

  Tim SAR Cari Mgasion, Warga Morut Diduga Tergelincir ke Sungai Wawondula

Mengetahui warga Desa Keuno inisial IM jadi korban pengeroyokan, rekan rekan korban segera berangkat ke lokasi kejadian dan mereka tidak membawa peralatan benda tajam. Sebelum tiba di lokasi kejadian, rekan rekan korban telah dihadang sekelompok warga dan jadi korban aksi membabi buta. Sekelompok warga tersebut ada yang memukul menggunakan kayu serta benda tajam berupa parang.

Keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden tersebut belum ada hingga saat ini. Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, S.I.K., dikonfirmasi mengenai insiden tersebut melalui pesan WhatsApp, Sabtu malam (19/7/2025), belum merespon hingga berita ini ditayangkan.

Namun, melalui akun Facebook @info warga Morut, Kapolres Morut AKBP Reza Khomeini, S.I.K., menjelaskan, ia bersama puluhan personel Polres Morut dan Brimob Kompi Lemboroma sedang berada di perempatan Desa Mahoni, lokasi awal pemukulan warga inisial IM.

“Tentu saja situasi saat ini kondusif terkait peristiwa di Desa Keuno tadi sore,” ujar Kapolres.

Korban menurut Kapolres telah devakuasi ke RSUD Kolonodale untuk memperoleh tindakan medis. Sementara itu, seorang pelaku telah diamankan di Mapolres untuk menjalani proses pemeriksaan.

Begitupula, Babinsa Petasia Timur telah berkordinasi dengan warga Desa Keuno Ddn Desa Bimor Jaya  untuk meredam situasi dan memberikan perhatian kepada masing-masing warga agar tidak terprovokasi atas kejadian tersebut karena pihak kepolisan sudah menanganinya.

Situasi saat ini, personel Koramil 1311-03/Pts bersama personel Polsek Petasia Siaga dan standby di lokasi kejadian, mengantisipasi kejadian yang tak diharapkan. (erny/red/teraskabar)