Rabu, 28 Januari 2026

Morowali Tak Ingin Kalah oleh Narkoba, Gedung Rehabilitasi Jadi Bukti Perlawanan

Morowali Tak Ingin Kalah oleh Narkoba, Gedung Rehabilitasi Jadi Bukti Perlawanan
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, dalam acara peresmian kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Selasa (22/7). Foto : IKP

Morowali, Teraskabar.id– Di tengah gempuran narkoba yang mengintai anak-anak negeri, Pemerintah Kabupaten Morowali memilih tidak diam. Bukan hanya dengan kata-kata, tapi lewat tindakan nyata. Sebuah gedung rehabilitasi resmi dihibahkan kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Morowali, sebagai bentuk perlawanan sistematis terhadap bahaya narkoba yang kian merayap ke pelosok.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan sikapnya dalam acara peresmian kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Selasa (22/7). Di hadapan para pemangku kebijakan dan aparat penegak hukum, ia menyampaikan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar program ini adalah panggilan sejarah untuk menyelamatkan generasi.

“Kami hibahkan gedung rehabilitasi ini bukan hanya untuk BNNK, tetapi untuk seluruh anak muda Morowali yang masih bisa diselamatkan. Kita tidak boleh kalah oleh narkoba,” ujar Iksan penuh semangat.

Gedung tersebut kini menjadi harapan baru. Sebuah ruang pemulihan yang lebih dekat, lebih terjangkau, dan lebih manusiawi. Selama ini, pengguna narkoba harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah demi mendapatkan layanan rehabilitasi. Kini, Morowali membalik keadaan: fasilitas hadir, tanggung jawab menyusul.

Lebih dari sekadar fasilitas fisik, gedung ini menjadi simbol kolaborasi: antara pemerintah, BNN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan tentu saja warga itu sendiri. Karena Iksan percaya, tanpa persatuan, perang ini takkan pernah dimenangkan.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pernyataan: kita bersama, kita melawan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten juga mendorong edukasi yang massif di sekolah-sekolah, desa-desa, hingga tempat kerja. Bupati menegaskan bahwa rehabilitasi adalah upaya terakhir, bukan satu-satunya solusi. Mencegah adalah kunci utama.

Dengan semangat ini, Morowali ingin dikenal bukan sebagai daerah yang dilanda narkoba, tetapi sebagai kabupaten yang berani melawan, dengan cara yang bermartabat. (Ghaff/Teraskabar/IKP)