Selasa, 27 Januari 2026
Ekbis, Home  

Total Pendapatan PT Vale Indonesia di 2T25 Capai AS$220,2 Juta, Meningkat 7%

Total Pendapatan PT Vale Indonesia di 2T25 Capai AS$220,2 Juta , Meningkat 7%

Jakarta, Teraskabar.idPT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”,IDX Ticker: INCO) hari ini mengumumkan pencapaian pada triwulan kedua tahun 2025 (“2T25”).

Ikhtisar Produksi

2T251T252T241H251H24
Produksi nikel dalam matte (t)18.55717.02716.57635.58434.774

Perseroan mencatat peningkatan volume produksi sebesar 9% pada triwulan kedua 2025 dibandingkan triwulan sebelumnya.

Perkembangan positif ini mencerminkan fokus Perseroan yang berkelanjutan pada kualitas dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan terencana yang efektif, yang keduanya penting bagi keberlanjutan operasional.

Secara tahunan (year-on-year), produksi pada 2T25 juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 12%, yang menggarisbawahi kinerja operasional Perseroan yang konsisten.

Lebih lanjut, produksi pada paruh pertama tahun 2025 (“1H25”) tercatat 2% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, didukung oleh strategi pemeliharaan yang proaktif dilakukan oleh Perseroan dan berbagai peningkatan operasional lainnya sepanjang tahun.

Kedepannya, Perseroan tetap optimis terhadap prospek produksi dan yakin akan kemampuan kami untuk mempertahankan stabilitas operasional sepanjang sisa tahun ini. Perseroan menargetkan total produksi sekitar 71.234 metrik ton (“t”) nikel dalam matte untuk tahun 2025, meningkat dari target tahun lalu.

Pada 2T25, pengiriman nikel matte PT Vale juga meningkat menjadi 18.023 ton, dibandingkan dengan 17.096 ton pada triwulan pertama tahun 2025. “Hal ini mencerminkan kinerja operasional yang stabil dan peningkatan efisiensi produksi,” lapor Abu Ashar, Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer Perseroan.

Harga realisasi rata-rata nikel matte pada triwulan kedua 2025 mencapai AS$12.091 per ton, sedikit meningkat dari AS$11.932 pada triwulan sebelumnya. Kenaikan harga yang moderat, dikombinasikan dengan volume pengiriman yang lebih tinggi, berkontribusi pada peningkatan total pendapatan, mencapai AS$220,2 juta — meningkat 7% dari AS$206,5 juta pada triwulan sebelumnya.

  IMIP - UNIDO Akselerasi Transformasi Industri Hijau Berkelanjutan

Di sisi lain, selain penerapan royalti baru, keputusan kami untuk mempercepat jadwal pemeliharaan terencana (sekitar 20 hari) mulai paruh kedua tahun 2025 juga berdampak pada operasi triwulan kedua kami. Namun demikian, PT Vale berhasil mempertahankan EBITDA pada tingkat yang sehat sebesar AS$40,0 juta dengan laba bersih positif sebesar AS$3,5 juta untuk triwulan tersebut dan diharapkan dapat mengoptimalkan tingkat produksi untuk paruh kedua tahun ini.

“Kami akan memiliki baseline yang lebih kuat mulai paruh kedua tahun ini. Kami telah mencapai kesepakatan baru untuk penetapan harga nikel matte dengan para pelanggan dan juga memperoleh persetujuan untuk revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) sekitar 2,2 juta ton bijih saprolit dari blok Bahodopi. Perkembangan ini diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak aliran pendapatan dan memperkuat baseline PT Vale ke depannya,” ujar Rizky Putra, Direktur dan Chief Financial Officer Perseroan.

Tabel di bawah ini menguraikan konsumsi dan harga rata-rata PT Vale untuk Bahan Bakar Minyak Bersulfur Tinggi (HSFO), diesel dan batubara:

2T251T251H251H24
Volume HSFO (barel)380.751319.536 700.287779.159
Harga rata-rata HSFO per barelAS$83,42AS$84,64AS$83,98AS$86,39
Volume diesel (kilo liter)16.91918.61435.53335.868
Harga rata-rata diesel per literAS$0,85AS$0,79AS$0,82AS$0,83
Volume batubara (t)127.291118.018245.309228.249
Harga rata-rata batubara per t (*) AS$131,55AS$161,49AS$145,96AS$175,60 (*)

 Harga batubara disajikan dalam basis WMT (Wet Metric Ton) dan CFR (Cost & Freight)

Tabel tersebut mencerminkan peningkatan konsumsi HSFO dan batubara secara triwulanan, terutama didorong oleh volume produksi yang lebih tinggi selama triwulan tersebut.

  Anomali Produsen Beras, Sulteng Justru Kesulitan Kendalikan Harga di Tingkat Lokal

Sebaliknya, konsumsi diesel pada 2T25 kembali ke tingkat normal, menunjukkan stabilisasi aktivitas operasional dan penggunaan energi.

Selama triwulan tersebut, harga HSFO dan batubara masing-masing turun sebesar 1% dan 19%, sementara harga diesel naik sebesar 8% dibandingkan 1T25. Penurunan harga batubara yang signifikan ini sejalan dengan tren penurunan harga komoditas global secara umum dan peningkatan efisiensi melalui penerapan strategi pengadaan material curah dalam operasional kami.

Selain penghematan dari belanja energi, pada 2T25, PT Vale juga telah melakukan optimalisasi biaya yang ketat dan berkelanjutan, terutama dalam hal SG&A dan pengeluaran korporat lainnya untuk memastikan disiplin dalam menghadapi pasar yang penuh tantangan.

Per 30 Juni 2025, kas dan setara kas Perseroan mencapai AS$506,7 juta, turun dari AS$601,4 juta pada akhir triwulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan belanja modal sekitar AS$96,4 juta pada 2T25, dibandingkan dengan AS$128,1 juta pada 1T25.

PT Vale tetap berkomitmen untuk menjaga disiplin keuangan yang bijaksana dan akan terus mengelola pengeluaran dengan cermat untuk menjaga kas dan mendukung stabilitas keuangan jangka panjang.

Perseroan tetap teguh dalam komitmennya untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong peningkatan efisiensi biaya, memastikan daya saing jangka panjang dan keunggulan operasional. Upaya ini didasarkan pada penerapan praktik penambangan yang bertanggung jawab, sejalan dengan tujuan utama yakni Kami hadir untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengubah masa depan. Bersama. (red/teraskabar)