Donggala, Teraskabar.id– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menggelar aksi bersih pantai dalam rangka kegiatan Gerakan Cinta Bahari. Kegiatan yang dipusatkan pelaksanaannya di Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kabupaten Donggala, Sabtu (2/8/2025).
Kegiatan Aksi Bersih Pantai yang digagas Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng yang melibatkan lebih dari 110 peserta ini, bertujuan mengurangi sampah plastik di kawasan pesisir Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, Kabupaten Donggala.
Melalui kegiatan yang dibuka oleh Kepala DKP Sulteng Moh. Arif Latjuba ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat pesisir untuk menjaga lingkungan laut melalui perubahan perilaku dan partisipasi aktif.
Kepala DKP Sulteng Moh. Arif Latjuba dalam sambutannya, mengatakan, salah satu desa pesisir yang terdampak langsung oleh permasalahan lingkungan adalah Pantai Lentora, Desa Mapane Tambu, yang menjadi lokasi kegiatan Gerakan Cinta Bahari 2025.
“Pantai Lentora di Desa Mapane Tambu mengalami tekanan lingkungan akibat akumulasi sampah plastik, terutama yang berasal dari kiriman wilayah darat dan aktivitas masyarakat pesisir,” kata Arif Latjuba.
Ia menjelaskan, berdasarkan data rekapitulasi pengelolaan sampah dari laporan JAKSTRADA, Kabupaten Donggala menghasilkan timbulan sampah sebesar 44.232,89 ton per tahun. Namun tingkat pengurangan baru 3,35% dan penanganan hanya 15,45%, sehingga total sampah yang terkelola baru mencapai 18,80%. “ Ini menandakan perlunya percepatan dan sinergi dalam penanganan masalah sampah di kawasan pesisir,” katanya.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pendekatan ekonomi biru menjadi solusi strategis dalam pengelolaan sumber daya laut yang efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Ekonomi biru mencakup praktik inovatif seperti pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar, rehabilitasi kawasan pesisir, serta pengembangan ekonomi sirkular di masyarakat pesisir. Kegiatan Gerakan Cinta Bahari 2025 menjadi bagian dari implementasi nyata pendekatan ini.
Menurutnya, kegiatan ini juga mendukung arah kebijakan nasional yang digaungkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui program-program seperti Bulan Cinta Laut, perluasan kawasan konservasi, dan pengendalian sampah laut.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Visi Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029, yaitu BERANI Wujudkan Sulawesi Tengah Sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan dan mendukung Misi ke-3, Mewujudkan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan berorientasi pada konektivitas antar wilayah dan antar sektor melalui Gerakan Cinta Bahari.
“Diharapkan tercipta kontribusi nyata terhadap pengelolaan lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan lestari, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga dalam mewujudkan pembangunan pesisir yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Aksi bersih pantai pada kegiatan Gerakan Cinta Bahari ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Penanaman Mangrove, Aksi Transplantasi Karang ditandai peletakan simbolis oleh Kepala DKP Sulteng, demo latih tiru alat pirolisis mengolah sampah jadi BBM di Desa Mapane Tambu, diakhiri pelepasan Tukik bersama Tim DKP dan Pemerintah Kabupaten Donggala.
Kegiatan ini dihadiri Camat Balaesang, kepala Desa Mapane Tambu, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Dinas Lingkungan Hidup Donggala, Dinas Pariwisata Donggala, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Polsek, pelajar SMK Mapane Tambu, masyarakat perumahan nelayan Mapane Tambu, kelompok masyarakat Lentora Tasi Ngataku, kelompok konservasi penyu, Pokdarwis, kelmpok nelayan, Bank Sampah Navoe, Yayasan Rumah Bahari Gemilang. (red/teraskabar)






