Minggu, 25 Januari 2026

Upacara Peringatan Detik- Detik Proklamasi di Tamanjeka, Komandan dan Perwira Upacara dari Petani dan Eks Napiter

Upacara Peringatan Detik- Detik Proklamasi di Tamanjeka, Komandan dan Perwira Upacara dari Petani dan Eks Napiter
Kapolda Sulteng Irjen (Pol). Dr. Agus Nugroho foto bersama warga Tamanjeka, Kabupaten Poso, usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Ahad (17/8/2025), di lapangan sepakbola Tamanjeka. Foto: Deddy

Poso, Teraskabar.id– Kapolda Sulteng Irjen (Pol). Dr. Agus Nugroho memimpin upacara peringatan Gema Kemerdekaan Nusantara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2025 di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Ahad (17/8/2025).

Satu hal yang menark dari upacara peringatan di Dusun Tamanjeka ini adalah, seluruh perangkat upacara dilaksanakan oleh warga Tamanjeka yang secara keseluruhannya adalah para petani serta guru setempat, serta pasukan pengibar Sang Saka Merah Putih berasal dari eks narapidana teroris (Napiter). Bhayangkara Tadulako Offroader (BTOF), komunitas vespa Palu dan para pelajar juga menjadi peserta upacara.

Menurut Kapolda Sulteng, upacara proklamasi kali ini masuk dalam catatan MURI, sebab satu- satunya di Indonesia, komandan dan perwira upacara dari kalangan petani dan sangat menarik serta berlangsung khidmat. Upacara kali ini diikuti ratusan peserta dari unsur Forkopimda Poso, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, tokoh masyarakat, agama, hingga pemuda. Kehadiran berbagai elemen itu dinilai menjadi simbol kebersamaan dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Kapolda Sulteng mengakui jika peringatan Gema Kemerdekaan Nusantara kali ini dikaitkan dengan operasi Madago Raya yang terus dilaksanakan oleh Polda Sulteng di wilayah ini.

“Upacara ini bukan sekadar penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga pengingat bagi kita semua bahwa Indonesia berdiri kokoh karena persatuan,” ujar Irjen Agus Nugroho.

Keterlibatan eks napiter dalam kegiatan tersebut mendapat perhatian khusus. Menurut Kapolda, hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebangsaan dapat merangkul siapa saja yang ingin kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Ia berharap keterlibatan mereka dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Forkopimda Poso bersama tokoh masyarakat mengapresiasi langkah Kapolda Sulteng yang dinilai berhasil menghadirkan semangat kebersamaan lintas kelompok. Upacara bendera di Tamanjeka disebut sebagai simbol rekonsiliasi dan semangat membangun Poso yang maju, aman, damai dan sejahtera.

Komandan upacara Rapli, warga Dusun Tamanjeka, Desa Masani, yang kesehariannya seorang petani dihubungi media ini usai melaksanakan tugas, mengaku jika dirinya tak terpikirkan untuk bertugas sebagai komandan upacara pada kegiatan sakral ini.

” Saya merasa sangat terhormat ditunjuk sebagai komandan upacara pada momen ini. Kami dilatih oleh pasukan Brimob hanya sepekan dan Alhamdulillah bisa,” ujarnya dengan nada bangga.

Di akhir upacara, peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat. Suasana khidmat bercampur haru dan sebagai penutup rangkaian peringatan HUT ke-80 RI yang berlangsung dibentetangkan bendera merah putih ukuran raksasasa 30 x 20 meter, yang menggetarkan hati seluruh personel sebagai tanda penguat persatuan dan kesatuan bangsa.

Usai pelaksanaan upacara bendera dalam rangka HUT ke-80 RI, Kapolda melakukan penyerahan bantuan sosial kepada warga masyarakat, berupa mesin jahit, alat obras. (deddy/teraskabar)