Poso, Teraskabar.id – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, usai gempa bumi magnitudo 6.0 mengguncang wilayah tersebut pada Ahad (17/8/2025), bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Bencana itu tidak hanya merobohkan rumah warga dan rumah ibadah, tetapi juga merenggut dua nyawa pasangan suami istri.
Sebagai wujud kepedulian, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn., menyalurkan santunan duka bagi keluarga korban. Bantuan diserahkan langsung kepada anak korban melalui sahabat Andhika di Poso yang juga relawan kemanusiaan, Stevandi.
Meski tidak dapat hadir langsung, Andhika menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. “Saya mohon maaf karena tidak bisa hadir bersama keluarga korban. Saat ini saya sedang menjalankan tugas sebagai perwakilan daerah di Jakarta. Namun doa saya selalu menyertai keluarga yang ditinggalkan,” ujar Andhika melalui pesan yang disampaikan Stevandi.
Andhika menambahkan, dirinya turut berbelasungkawa atas wafatnya kedua orang tua korban. “Semoga amal ibadah beliau berdua diterima di sisi Tuhan YME, dan keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi ujian ini,” tuturnya.
Latar Belakang Gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik tersebut terjadi pada kedalaman dangkal, sehingga guncangannya terasa cukup kuat di Poso dan sekitarnya. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat. Selain itu, beberapa fasilitas ibadah juga dilaporkan rusak akibat gempa.
Hingga Selasa (20/8/2025), data terakhir menyebutkan dua orang meninggal dunia, keduanya merupakan pasangan suami istri asal Desa Masani. Warga setempat masih diliputi kecemasan, mengingat gempa susulan beberapa kali terasa setelah guncangan utama.
Bentuk Kepedulian
Santunan yang diberikan Andhika Amir diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban yang kini kehilangan tempat bersandar. Kehadiran relawan seperti Stevandi juga menjadi penguat bagi warga yang tengah berduka.
“Pak Andhika mungkin tidak bisa hadir secara fisik, tapi kepedulian beliau sangat nyata. Santunan ini bentuk solidaritas, bahwa duka masyarakat Poso juga menjadi duka kita bersama,” kata Stevandi saat menyerahkan bantuan.
Bagi Andhika, kepedulian terhadap korban bencana adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. “Musibah ini adalah ujian berat, dan kita semua harus bahu-membahu. Semoga masyarakat Poso tetap kuat dan segera bangkit,” tutupnya. (red/teraskabar)






