Morowali, Teraskabar.id – Sebuah gebrakan baru lahir di tengah hiruk-pikuk kawasan industri. Gerakan Warga Industri (GerakIn) resmi berdiri sebagai wadah perjuangan sekaligus ruang dialog antara masyarakat dan dunia industri. Tidak sekadar organisasi biasa, GerakIn tampil dengan semangat untuk mengubah pola relasi yang selama ini timpang: industri di satu sisi dan rakyat di sisi lain.
Salah satu Ketua Presidium GerakIn, Ramadhan Annas, menegaskan bahwa keberadaan GerakIn bukan sekadar simbol, melainkan sebuah ikhtiar untuk membangun jembatan yang benar-benar bermanfaat. Bukan kolaborasi semu yang hanya menguntungkan pengusaha, melainkan kolaborasi yang memberi ruang adil bagi rakyat kecil.
“GerakIn hadir untuk menghubungkan kepentingan warga dan industri, agar tercipta solusi yang adil, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” tegas Ramadhan Annas dalam keterangan persnya, Sabtu (23/8/2025).
Lebih jauh, GerakIn menilai bahwa konflik sosial, kerusakan lingkungan, hingga ketidakadilan ekonomi sering kali berakar dari komunikasi yang tidak sehat antara warga dan korporasi. Karena itu, GerakIn sejak awal telah menyusun program-program strategis, antara lain:
- Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ekonomi kerakyatan.
- Literasi lingkungan untuk memastikan warga memahami dampak industri terhadap ruang hidup mereka.
- Forum dialog terbuka yang mempertemukan warga, pemerintah, dan pihak industri agar semua suara didengar tanpa sekat.
Langkah-langkah tersebut dinilai bukan hanya pencegah konflik, tetapi juga strategi membangun harmoni yang realistis. GerakIn percaya, pertumbuhan industri hanya bisa disebut berhasil jika mampu mengangkat martabat masyarakat di sekitarnya.
Dengan mengusung prinsip keterbukaan, keberpihakan, dan inklusivitas, GerakIn optimistis dapat menjadi gerakan tandingan terhadap praktik kolaborasi yang selama ini hanya menguntungkan segelintir elit.
Di tengah dominasi modal besar dan arus investasi asing yang kerap melupakan kepentingan warga lokal, GerakIn berani tampil dengan pesan tegas, industri tidak boleh hanya melayani keuntungan kapital, tetapi juga harus berpihak pada rakyat. (Ghaff/Teraskabar)






