Donggala, Teraskabar.id – Pemerintah Kabupaten Donggala menargetkan angka stunting pada tahun 2025 di angka 18,8 persen, sesuai arahan nasional.
Target tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., SH., M.AP, pada Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Donggala, Senin (8/9/2025) di aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala.
Sekda Rustam Efendi mengakui, target tersebut jadi tantangan yang membutuhkan keseriusan dan kolaborasi dari seluruh stakeholder. Sebab, mengacu pada tahun sebelumnya, prevalensi stunting di Kabupaten Donggala masih di angka 29,6 persen.
“Kita harus berkolaborasi, baik pemerintah, TP-PKK, tenaga kesehatan, hingga mitra pembangunan, agar langkah kita lebih terarah dan tepat sasaran,” kata Sekda.
Secara umum, prevalensi stunting di Kabupaten Donggala tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada tahun 2022 tercatat 32,4 persen, kemudian grafiknya bergerak naik menjadi 34,1 persen di 2023. Namun, pada 2024 berhasil turun menjadi 29,6 persen.
Menurutnya, sejumlah persoalan masih menjadi tantangan, seperti rendahnya pemberian ASI eksklusif, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil dan remaja putri, imunisasi, hingga sanitasi dan akses air bersih.
“Butuh pembenahan tata kelola, koordinasi, anggaran, data, dan komitmen bersama untuk mencapai target tersebut,” tambahnya.
Salah satu langkah inovatif yang didorong adalah gerakan “Orang Tua Asuh Cegah Stunting” yang diinisiasi BKKBN.
Melalui program ini tambah Rustam, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan bisa menjadi orang tua asuh bagi minimal satu anak yang berisiko stunting.
Konsep gotong royong ini mencakup dukungan gizi, edukasi pola asuh, hingga perbaikan sanitasi.
Kegiatan Rakor pun diperkuat oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dudi Utomo Adi, S.STP., M.Si.
Dalam laporannya Dudi Utomo Adi menyebut rakor koordinasi TP3S bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh, dan sanitasi.
Hasil rakor ini melahirkan tiga poin penting: terjalinnya koordinasi lebih erat antarinstansi, meningkatnya pemahaman peserta tentang strategi percepatan penurunan stunting, serta komitmen bersama mendukung gerakan orang tua asuh cegah stunting di seluruh wilayah Donggala.
Dengan kerja sama yang solid, Pemkab Donggala optimistis dapat mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan kuat, sekaligus menurunkan angka stunting sesuai target pada tahun 2025 ini.
Rakor ini dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Moh. Taufik, Ketua TP-PKK Donggala, Andriana Taufik M. Burhan, perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, jajaran Forkopimda, camat, kepala Puskesmas hingga perangkat daerah terkait. (red/teraskabar)







