Morowali, Teraskabar.id – Agenda Kundapil Ahmad Hakim digelar di awal masa sidang I DPRD Kabupaten Morowali tahun 2025–2026. Dalam Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) yang berlangsung di Desa Tandaoleo, Kecamatan Bungku Pesisir, Selasa (11/10/2025).
Anggota DPRD Morowali dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan kembali komitmen perjuangannya terhadap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan Kundapil Ahmad Hakim tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.
Dalam dialog bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat, H. Ahmad Hakim, SH, yang juga Anggota Komisi III DPRD Morowali, menyampaikan bahwa perjuangan anggota DPRD tidak akan berarti tanpa partisipasi aktif masyarakat. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus berani menyuarakan kebutuhan dan aspirasi mereka agar dapat diakomodasi dalam kebijakan daerah.
“Kami ini adalah perwakilan rakyat. Jadi jangan segan menyampaikan apa pun yang menjadi kebutuhan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Menurutnya, tugas utama anggota DPRD adalah memastikan aspirasi rakyat terwujud melalui kebijakan penganggaran di APBD. Politisi PDI Perjuangan itu juga menegaskan bahwa setiap usulan masyarakat akan diperjuangkan sesuai mekanisme dan prioritas pembangunan daerah. Komitmen ini memperlihatkan bahwa Kundapil Ahmad Hakim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang nyata bagi rakyat menyampaikan suara mereka secara langsung.
Kepala Desa Tandaoleo, Muhdar, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai H. Ahmad Hakim sebagai sosok yang tegas dan konsisten membela kepentingan masyarakat, terutama dalam forum-forum resmi seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak perusahaan.
“Kami mengapresiasi ketegasan beliau dalam memperjuangkan hak masyarakat terhadap perusahaan. Ini bukti bahwa beliau berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Selain isu pembangunan infrastruktur desa seperti pasar, pelabuhan, dan pemecah ombak, warga juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Heri, tokoh pemuda setempat, menyampaikan bahwa anak muda di Bungku Pesisir berharap akses kerja di perusahaan tambang lebih terbuka. Menanggapi hal itu, Ahmad Hakim menegaskan komitmennya untuk mengawasi perekrutan tenaga kerja agar memprioritaskan warga lokal.
“Pemerintah sudah menekankan agar 60 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Itu yang akan terus kami awasi,” tegasnya.
Mengakhiri Kundapil Ahmad Hakim di Tandaoleo, legislator tersebut meninjau langsung rencana pembangunan pasar dan pelabuhan desa. Kunjungan ini menandai bukti konkret komitmen perjuangan Ahmad Hakim dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dari bawah. (Ghaff/Teraskabar).







