Minggu, 25 Januari 2026
Ekbis, Home  

GAPKI Minta Dukungan Pemda, Industri Sawit Serap 16 Juta Tenaga Kerja

GAPKI Minta Dukungan Pemda
Celebes Forum I Tahun 2025 yang digelar GAPKI Cabang Sulawesi di Hotel Best Western Coco Palu, Rabu (22/10/2025). Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.idGabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) minta dukungan pemerintah daerah (Pemda) pada industri kelapa sawit di daerah. Karena tidak hanya menjadi penyetor devisa negara tertinggi selain migas, tapi juga penyerapan tenaga kerja bagi lebih dari 16 juta orang.

“Ini industri yang berkelanjutan dan menyerap tenaga kerja jadi tolong daerah mensupport industri ini,” kata Ketua Umum GAPKI Eddy Martono memberi ilustrasi  tentang sumbangsih sawit bagi perekonomian pada Celebes Forum I Tahun 2025 yang digelar GAPKICabang Sulawesi di Hotel Best Western Coco Palu, Rabu (22/10/2025).

Sejalan dengan itu, ada empat isu yang dibedah dalam Celebes Forum yaitu : penerapan digitalisasi sawit; pentingnya sistem sertifikasi; regulasi dan tata kelola, dan dukungan pemerintah daerah bagi industri sawit berkelanjutan.

Sementara itu,  Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahruddin, S.Sos., M.Si mengatakan industri kelapa sawit merupakan tulang punggung ekonomi nasional, yang tidak hanya memberikan sumbangan besar terhadap devisa negara, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan jutaan keluarga petani.

“Di Sulawesi Tengah sendiri, sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, serta menjadi penggerak utama kegiatan ekonomi di wilayah pedesaan,” ujarnya.

Fahrudin juga menekankan bahwa industri kelapa sawit kini menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Isu keberlanjutan (sustainability), perubahan iklim, serta tuntutan digitalisasi menuntut semua pihak untuk beradaptasi dan berinovasi.

“Dunia kini menilai bukan hanya seberapa besar produksi kita, tetapi juga bagaimana kita memproduksinya — apakah ramah lingkungan, berkeadilan sosial, dan efisien secara ekonomi,” tambahnya.

Ia berharap industri sawit di Sulteng bertransformasi menuju digitalisasi.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dengan sinergitas antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, Sulawesi Tengah bisa menjadi poros sawit berkelanjutan di Indonesia,” kata Asisten Fahruddin  membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulteng pada pembukaan acara Celebes Forum I Tahun 2025 yang digelar GAPK) Cabang Sulawesi di Hotel BW Coco.

Ia optimismistis  Sulteng akan menjadi pusat industri sawit terbesar di masa depan. Terlebih lagi dengan penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), blockchain, dan sistem informasi geospasial diyakini akan memperkuat rantai pasok dan meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia.

Lebih jauh lagi, Asisten Fahrudin menyebut di Sulteng terdapat sejumlah perkebunan sawit skala besar seperti di kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

“Pemandangan indah kelapa sawit terbentang sepanjang perjalanan ke Morowali,” sebutnya tentang panorama kebun sawit yang bisa dilihat di kiri kanan jalan menuju Morowali.

Celebes Forum mengusung tema utama “Menghadapi Tantangan Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia di Era Digitalisasi,” yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor.

“Semoga bapak ibu lebih dekat dengan isu-isu kelapa sawit termasuk mendorong sinergitas dalam menumbuhkan industri sawit sebagai penopang ekonomi nasional dan daerah,” terang Ketua GAPKI Cabang Sulawesi Dony Yoga Perdana selaku pencetus acara sembari menegaskan sekali lagi GAPKI minta dukungan Pemda.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi profesi yang peduli terhadap pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan.

Turut hadir di acara, Kadis Koperasi dan UMKM Sulteng Sisliandy Ponulele, Kepala Biro Ekonomi Yuniarto Pasman dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Asharrini Mastura, serta para pelaku industri, asosiasi, akademisi dan pemerhati industri sawit. (red/teraskabar)