Morowali, Teraskabar.id– Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Tudang Sipulung KKLR Morowali menjadi wadah silaturahmi bagi para tokoh dan sesepuh Wija To Luwu yang bermukim di Kabupaten Morowali.
Kegiatan yang dilaksanakan di Warkop AP, Fonuasingko, Kecamatan Bungku Tengah, pada Ahad (2/11/2025) ini bertujuan membentuk panitia pelaksana Musyawarah Daerah (MUSDA) Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Morowali tahun 2025. Kegiatan Tudang Sipulung KKLR Morowali juga menjadi momentum konsolidasi untuk menghidupkan kembali semangat kekeluargaan warga Luwu di perantauan.
Pertemuan ini dipimpin oleh Ruslan K., Mandataris BPD KKLR Morowali, yang menerima mandat dari Badan Pengurus Wilayah KKLR untuk menyiapkan pelaksanaan MUSDA tingkat daerah. Dalam rapat tersebut disepakati susunan panitia:
Ketua Panitia Ridwan, S.Pd; Sekretaris Busrawil Nawir, SE; Bendahara Iryanti Suandi; serta beberapa koordinator seksi seperti Anshori (Dana), Misnawati A.M. (Acara), Malik Maulana (Perlengkapan), Zainuddin Zaid (Undangan), dan Saifullah (Publikasi).
Panitia akan bekerja mempersiapkan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Desember 2025 di Hotel Metro, Fonuasingko, Bungku Tengah.
Tema besar yang diangkat adalah “Reaktualisasi Nilai Budaya Mesa’ Kada Diputuo, Pantang Kada Dipumate di Bumi Tepeasa Moroso,” sebagai bentuk semangat menghidupkan nilai budaya Luwu yang pantang menyerah di tanah perantauan.
Rapat dihadiri sejumlah tokoh seperti H. Nawir, H. Muhammad Yusuf, S.Pi, H. Arwan, S.Pd, Mistam Saleh, S.Ag, Firdaus S., serta perwakilan generasi muda dari berbagai kecamatan.
Dalam arahannya, H. Nawir menekankan pentingnya sinergi sosial antarwarga Luwu di tingkat lokal dan nasional. Ia mengingatkan agar komunikasi dengan tokoh Luwu Raya seperti Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid dan Anggota DPR RI Syarifuddin Sudding dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan.
Sementara itu, H. Muhammad Yusuf, S.Pi, mengajak agar MUSDA dijadikan sarana rekonsiliasi kelembagaan. Ia menegaskan bahwa hubungan antara KKLR dan KKSS perlu disinergikan, bukan dipertentangkan.
Menurut Ruslan K., semangat Tudang Sipulung KKLR Morowali dan pelaksanaan MUSDA 2025 adalah membangun rumah besar bagi seluruh warga Luwu di Morowali.
“KKLR harus menjadi organisasi yang solid, berdaya, dan produktif lintas generasi. Ini bukan sekadar lembaga, melainkan gerakan sosial dan moral yang membawa nilai-nilai luhur Luwu,” ujarnya tegas.
Momentum Tudang Sipulung ini menandai kebangkitan baru KKLR Morowali setelah mengalami kevakuman pasca wafatnya Ketua Umum sebelumnya, Alm. Muh. Musyaffah, SH.
Dengan semangat Mesa’ Kada Diputuo, warga Luwu diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, menumbuhkan solidaritas sosial, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Morowali sebagai daerah industri yang menjadi rumah mereka bersama. (Ghaff/Teraskabar).







