Palu, Teraskabar.id – Dua kampung rawan narkotika di Kota Palu, Sulawesi Tengah, digerebek Aparat Gabungan pada Selasa (4/11/2025). Kedua kampung tergolong rawan narkotika tersebut adalah Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat dan Kelurahan Tawanjuka, Kecamatan Tatanga.
Operasi penggerebekan oleh aparat gabungan tersebut, terdiri dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah bersama unsur TNI, Polri, dan Satpol PP, berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.30 Wita, dengan melibatkan total 143 personel.
Sebelum para personel melaksanakan operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Rawan Narkotika bergerak ke lokasi sasaran, apel bersama dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sulawesi Tengah, Ferdinand Maksi Pasule.
Operasi yang menerjunkan 143 personel gabungan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan humanis namun tegas, dalam rangka menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah rawan. Personel gabungan terdiri dari, 54 personel BNNP Sulawesi Tengah beserta jajaran, 22 personel Kodim 1306, 8 personel Pomdam, 31 personel Sat Brimob Polda Sulteng, dan 28 personel Satpol PP Provinsi Sulawesi Tengah.
Dari hasil pelaksanaan operasi di dua lokasi tersebut, aparat berhasil mengamankan 22 orang dan 9 paket sabu. Berdasarkan hasil tes urine, 14 orang dinyatakan positif mengandung narkotika jenis sabu, sementara 8 orang lainnya negatif.

Ke-14 orang yang positif kemudian menjalani asesmen lanjutan oleh Tim Rehabilitasi BNNP Sulawesi Tengah, guna menentukan langkah pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, 9 paket sabu yang disita telah dibawa ke Kantor BNNP Sulawesi Tengah untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
Selain kegiatan penegakan hukum, petugas BNNP Sulawesi Tengah juga memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat di sekitar lokasi operasi. Edukasi tersebut mencakup bahaya penyalahgunaan narkotika, cara mengenali tanda-tanda peredaran gelap, serta pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah narkoba masuk ke lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BNNP Sulawesi Tengah dalam mewujudkan lingkungan masyarakat yang bersih dari narkoba (Bersinar), serta mendukung program nasional War On Drugs For Humanity.
“Operasi ini bukan hanya sekadar penindakan, tetapi juga langkah pemulihan sosial bagi warga yang terdampak penyalahgunaan narkoba. Melalui edukasi dan pendekatan persuasif, kami ingin masyarakat turut aktif menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan sehat tanpa narkoba,” ujar Kepala BNNP Sulawesi Tengah, Ferdinand Maksi Pasule.
BNNP Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pemberantasan, pencegahan, dan pemulihan terhadap penyalahgunaan narkotika di wilayah Sulawesi Tengah. (red/teraskabar)






