Palu, Teraskabar.id – Pasca berakhirnya kontestasi Pemilu dan Pilkada 2024, dinamika politik daerah mengalami penurunan intensitas. Namun, di tengah situasi yang tampak sunyi itu, PDI Perjuangan Morowali justru menjadi satu-satunya partai yang memperlihatkan geliat berbeda.
Ketika partai-partai lain masih berkutat pada evaluasi hasil Pemilu dan Pilkada, PDI Perjuangan Morowali bergerak cepat. Perekrutan dilakukan secara sistematis, melibatkan kader internal sekaligus menggandeng tokoh-tokoh muda yang telah lama mencuri perhatian publik lokal. Puncaknya terjadi pada Konferensi Cabang di Asrama Haji Kota Palu, Kamis (13/11/2025), yang menetapkan formasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Morowali periode 2025–2030.
Meski tanpa kehadiran H. Ahmad Hakim yang kini telah menempati posisi Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tengah, pengaruhnya tidak pernah hilang. Figur itu dinilai sebagai perekat utama yang menyatukan berbagai tokoh muda untuk memperkuat PDI Perjuangan Morowali. Dedikasinya selama menahkodai DPC menghasilkan fondasi kuat yang kini diwariskan kepada generasi penerus.
Komposisi pengurus baru pun mengejutkan banyak pihak. Sebanyak 98 persen struktur diisi oleh kaum muda. Ardianto resmi menjabat Ketua DPC, didampingi Ikhsan Arisandhy sebagai Sekretaris dan Handi sebagai Bendahara.
Kehadiran Giri Modjo (Wakil Ketua merangkap Ketua Bappilu), Muhammad Azmy (Wakil Ketua sekaligus Kepala BSPN), Irham, Arman, Sumarlin Rahman, Rahmatiah, Aggraeny Ratipratiwi Datuan, dan Novita Naser Al Amrie memperkuat jajaran strategis. Tokoh senior Abd Ahmid Hasyim turut memperkokoh ideologi sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi.
Sementara itu, Muhammad Syarif dan Rifki Ulhisam menempati posisi wakil sekretaris, serta Melani Saputri sebagai wakil bendahara. Susunan ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan Morowali kini mengalami transformasi paling signifikan dalam satu dekade terakhir.
“Alhamdulillah, struktur baru telah terbentuk. Ini langkah baik untuk masa depan partai. Semua ini berkat perekat dari H Ahmad Hakim,” ungkap Ardianto, Jumat (14/11/2025).
Ikhsan Arisandhy juga optimistis dengan kepengurusan baru yang didominasi oleh kamu muda tersebut.
“Komposisi muda ini akan memberi warna baru bagi arah politik kita. Tugas kami memastikan struktur ini solid membumikan program perjuangan untuk kesejahteraan rakyat.” beber Ikshan.
Dengan struktur yang dominan kaum muda, PDIP Morowali menghadapi babak baru. Regenerasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi indikasi kuat bahwa energi politik baru kini bersiap menjadi kekuatan penentu arah perpolitikan daerah. (Ghaff/Teraskabar).






