Selasa, 27 Januari 2026

Kisah Sukses Investasi Sosial PT Vale, Puskesmas Bahomotefe Morowali Raih Akreditasi Paripurna

Kisah Sukses Investasi Sosial PT Vale, Puskesmas Bahomotefe Morowali Raih Akreditasi Paripurna
Puskesmas Bahomotefe, Kabupaten Morowali. Foto: Dok

Morowali, Teraskabar.id– Kehadiran program kesehatan pada wilayah operasional perusahaan  menegaskan bahwa proyek tambang dan smelter tidak berjalan sendiri, melainkan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Puskesmas Bahomotefe berstatus Paripurna menjadi bukti nyata bahwa investasi sosial dapat mendorong masyarakat Kabupaten Morowali yang lebih sehat, berdaya dan tumbuh bersama industri.

Capaian akreditasi Paripurna, status tertinggi bagi puskesmas di Indonesia, diraih Puskesmas Bahomotefe pada 2024 pasca intervensi PT Vale. Sebab, sebagai bagian MIND ID,  PT Vale menempatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu pilar utama.

“Keberlanjutan menjadi inti strategi perusahaan,” kata Budiawansyah, Director & Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale.

PT Vale IGP Morowali melakukan intervensi pada Puskesmas Bahomotefe berdasarkan hasil kajian terhadap kebutuhan warga yang mendesak di 13 desa pemberdayaan.

Salah satu inisiatif utama adalah revitalisasi Puskesmas Bahomotefe yang dibangun PT Vale pada 2010. Fasilitas layanan kesehatan bagi lebih dari 16.000 jiwa ini sempat menurun fungsinya karena atap bocor, sanitasi tidak memadai, hingga kelistrikan yang tidak standar.

Pada 2022, PT Vale melakukan renovasi menyeluruh yang rampung dalam setahun. Revitalisasi meliputi pembenahan gedung, penambahan fasilitas, pembangunan pagar pengaman, serta hibah dua unit ambulans.

Selain infrastruktur, penguatan sumber daya manusia juga dilakukan dengan melatih 40 tenaga kesehatan bersama trainer nasional, Dinas Kesehatan, dan Pemda Morowali. Hal ini dilakukan agar layanan kesehatan kepada ibu-anak, kesehatan lingkungan, serta layanan medis terstandarisasi.

Program kesehatan ini diperluas melalui Gerakan Masyarakat Sehat, mencakup senam rutin, pemeriksaan berkala, pemberian makanan tambahan, hingga kampanye gizi seimbang. Edukasi anti-NAPZA digelar di sekolah, sementara posyandu diperkuat agar layanan ibu-anak berjalan optimal.

  CEO PT Vale: 2023 Adalah Tahun Luar Biasa bagi Perseroan

Dampak program terukur. Evaluasi 2024 menggunakan metode SROI menunjukkan rasio 1,40, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp1,40 manfaat sosial. Dampak lainnya adalah, Puskesmas Bahomotefe berhasil meraih Akreditasi Paripurna.

Manfaat lain tercatat berupa peningkatan kenyamanan pasien (43,21%) dan rasa aman masyarakat berobat di Puskesmas (19,75%), efisiensi waktu serta biaya akses layanan kesehatan, hingga perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat. Hasil FGD mencatat 100% responden menyatakan citra positif terhadap layanan puskesmas pasca intervensi Vale. Seluruh capaian dilaporkan secara transparan melalui laporan keberlanjutan dan kanal digital perusahaan.

Persiapan Re-akreditasi

Pada bulan Juni 2022, Puskesmas Bahomotefe bersiap menjalani re-akreditasi. Namun sebelum itu, Puskesmas Bahodopi butuh gedung dan fasilitas pendukung.

“Kami sangat senang atas bantuan ini, apalagi saat ini  kami sedang melakukan persiapan re-akreditasi Puskesmas. Jelas kami butuh gedung, fasilitas, peralatan, dan lainnya yang terbaik,” kata Kepala Puskesmas Bahomotefe yang kala itu dijabat Hartia, Kamis (29/11/2025), saat menerima bantuan 10 unit pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) dari PT Vale, Kamis (29/6/2022), sembari  menyampaikan apresiasinya atas kepedulian PT Vale terhadap fasilitas kesehatan di Bahomatefe.

Hartia, menyatakan selama ini  PT Vale telah banyak membantu peningkatan fasilitas kesehatan di kantornya. Dia menjelaskan tahap renovasi Puskesmas Bahomatefe akan dilakukan awal Juli ini.

Dia menjelaskan, peningkatan kualitas, kapasitas dan mobilisasi pasien menjadi fokus dalam renovasi di Puskesmas bertipe rawat ini. Hartia menjabarkan saat ini pihaknya melayani 20 pasien perhari nya dan 6 ribuan pasien per tahunnya yang berasal dari sembilan desa atau kelurahan.

Puskesmas Bahomotefe melayani Unit Gawat Darurat (UGD), Unit Rawat Inap, Poli Umum, Poli KIA/KB, Persalinan, dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Total ada 7 ruangan di sana di antaranya ruang persalinan, ruang NICU (neonatal intensive care unit)–tempat khusus perawatan bayi baru lahir. Khusus ruang rawat inap memiliki 6 tempat tidur.

  Inspektorat Segera Periksa 99 Desa di Parimo yang Bermasalah Keuangannya

“Mudah-mudahan setelah direnovasi kita bisa memaksimalkan pelayanan kami. Apalagi kamar mandi ini, dulukan terbatas baru jauh dari ruang perawatan jadi pasien kesulitan. Nanti itu setelah direnovasi sudah ada kamar mandi di setiap ruang perawatan sehingga memudahkan pasien,” ungkap Hartia.

Desa Bahomatefe merupakan salah satu area pemberdayaan PT Vale di Blok Bahodopi. Pada 2009, PT Vale membangun Puskesmas di desa tersebut melalui program Community Development (Comdev). Ketika tahap konstruksi selesai pada 2010, PT Vale menyerahkan pengelolaan Puskesmas kepada Pemkab Morowali.

PT Vale berinisiatif merenovasi Puskesmas sebelum dihibahkan secara resmi. Rencananya, proses renovasi berlangsung pada pertengahan 2022 dan diprediksi selesai dalam waktu enam bulan.

Serah Terima Renovasi Hibah Puskesmas

Sebagaimana diketahui, PT Vale melaksanakan kegiatan serah terima renovasi hibah Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Bahomotefe kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali yang ditandai dengan penandatanganan Serah Terima Berita Acara dan Prasasti, Selasa (21/3/2023), di Bahomotefe, Bungku Timur.

Serah terima dilakukan langsung oleh Project Director Indonesia Growth Project (IGP) Site Morowali, Topan Prasetyo kepada Bupati Morowali  saat itu, Taslim yang disaksikan oleh Wakil Bupati Najamudin.

Dia menilai, PKM Bahomotefe kini menjadi salah satu yang terbaik usai renovasi, terlebih didukung oleh tenaga kesehatan yang mencapai lebih dari 80 orang.

Dia menilai, PKM Bahomotefe kini menjadi salah satu yang terbaik usai renovasi, terlebih didukung oleh tenaga kesehatan yang mencapai lebih dari 80 orang.

“Mudah-mudahan eksisnya PT Vale bisa menjadi contoh dan indikator bagi perusahaan lain dan pemerintah, baik dalam penerapan CSR maupun bagaimana menambang yang baik,” ungkapnya.  (teraskabar)