Selasa, 13 Januari 2026

Percepatan Penurunan Stunting Morowali: Wabup Iriane Pimpin Rakor Strategis

percepatan penurunan stunting morowali wabup iriane pimpin rakor strategis
Wakil Bupati Morowali, Iriane Ilyas pimpin Rakor strategia percepatan penurunan Stunting Morowali, Selasa (9/12/2025). Foto: IKP

Morowali, Teraskabar.id – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, membuka dan memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pemerintah Daerah sebagai bagian dari Percepatan Penurunan Stunting Morowali. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bapelitbangda Morowali, Senin (8/12/2025). Acara tersebut menghadirkan para pemangku kepentingan dari Bapelitbangda, RSUD Morowali, BPS, perangkat daerah teknis, para camat, dan berbagai unsur lain yang fokus pada peningkatan kualitas intervensi stunting. Dengan demikian, rapat ini kembali menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada tata kelola, kolaborasi, serta koordinasi multisektor.

Pada sesi pembukaan, Wakil Bupati menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan isu lintas sektor yang berkaitan erat dengan pembangunan manusia. Ia menyatakan bahwa semua sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, sanitasi, dan ketahanan pangan harus bekerja terpadu. Selain itu, ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting Morowali memerlukan pendekatan sistemik yang terukur agar mampu menghasilkan dampak signifikan.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Iriane menyampaikan capaian strategis berupa diterimanya insentif fiskal dari Pemerintah Pusat sebesar Rp5,7 miliar. Insentif ini diberikan atas keberhasilan Morowali dalam menurunkan prevalensi stunting melalui mekanisme evaluasi kinerja daerah. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hadiah instan. Sebaliknya, hasil itu merupakan refleksi dari konsistensi kerja seluruh unsur pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta para kader yang menjalankan intervensi di lapangan.

Penegasan tersebut selaras dengan konsep governance dalam literatur administrasi publik. Konsep ini menekankan pentingnya integrasi vertikal dan horizontal dalam mencapai keberhasilan program daerah. Oleh karena itu, capaian insentif fiskal menjadi indikator empiris bahwa tata kelola penurunan stunting Morowali berjalan efektif.

Penguatan Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting Morowali

Wabup Iriane menekankan bahwa tahun 2025 harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran desa dan kader sebagai aktor utama intervensi stunting. Ia mendorong inovasi daerah dan penetrasi program lintas sektor. Selain itu, ia mengajak dunia usaha terlibat melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP). Pendekatan ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya memerlukan intervensi gizi. Di sisi lain, upaya tersebut juga memerlukan dukungan struktural dan kolaboratif dari seluruh unsur pembangunan.

  Laskar To Boengkoe Segera Dideklarasikan di Morowali, Satukan Pemuda Bungku Jaga Budaya dan Alam

Dalam perspektif analisis kebijakan, strategi ini mencerminkan pendekatan whole-of-government, yang relevan dalam konteks percepatan penurunan stunting Morowali. Pendekatan tersebut juga memperluas ruang kolaborasi dan memperkuat keberlanjutan program, terutama ketika dunia usaha ikut serta.

Mengakhiri sambutannya, Wabup mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen dan mempercepat langkah nyata. Ia juga menekankan bahwa setiap intervensi harus memberikan hasil konkret bagi generasi masa depan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting bukan sekadar angka statistik. Sebaliknya, capaian tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ajakan ini menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting Morowali memiliki implikasi strategis bagi pembangunan daerah. Dengan demikian, agenda tersebut berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan pembangunan manusia di masa depan.
(Ghaff/Teraskabar/IKP).