Selasa, 13 Januari 2026

Politisi PKB Sindir Pemerintah: Tak Ada Ketegasan Atasi Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Morowali

politisi pkb sindir pemerintah tak ada ketegasan atasi kecelakaan kerja berulang di imip morowali
Muhammad Safri, Politisi PKB sindir pemerintah terkait berulangnya kecelekaaan kerja di Kawasan PT IMIP Morowali. Foto: Ghaff

Palu, Teraskabar.id – Politisi PKB sindir pemerintah setelah kembali terjadi kecelakaan kerja di Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang menewaskan seorang pekerja bernama Muhammad Ali Imran, Rabu (10/12/2025). Ia dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa material besi berat. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penguatan standar keselamatan kerja di kawasan industri tersebut.

Kecelakaan yang merenggut nyawa pekerja ini segera mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah. Sekretaris Komisi III, Muhammad Safri, menilai bahwa kejadian tersebut menunjukkan masih adanya persoalan serius dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Lagi, dan lagi nyawa pekerja melayang di IMIP. Peristiwa ini menambah deretan catatan buruk pengelolaan K3 di kawasan tersebut,” ujar Safri, Kamis (11/12/2025).

Menurut Safri, kawasan industri semestinya menjadi tempat aman bagi pekerja. Namun, ia menilai kondisi lapangan mencerminkan bahwa perlindungan terhadap pekerja belum sepenuhnya terpenuhi. Ia menyebut bahwa kecelakaan yang terus berulang menjadi indikator bahwa masih ada celah yang harus diperbaiki dalam sistem keselamatan kerja.

Legislator PKB itu menegaskan bahwa insiden ini tidak dapat dianggap sebagai kejadian biasa. “Ini bukan musibah, tetapi bukti bahwa nyawa pekerja seolah tak ada nilainya,” tegasnya.

Dianggap Tak Tunjukkan Langkah Tegas, Politisi PKB Sindir Pemerintah

Sebagai bagian dari kritik, politisi PKB sindir pemerintah karena dianggap belum menunjukkan langkah tegas untuk memastikan standar keselamatan kerja dipatuhi seluruh perusahaan dalam kawasan industri. Menurut Safri, minimnya tindakan nyata terhadap kejadian berulang dapat menimbulkan anggapan bahwa keselamatan pekerja kurang mendapat perhatian.

“Peristiwa ini terus berulang tanpa ada penyelesaian yang jelas dan tegas. Pemerintah hanya diam tak berdaya dan tak bisa tegas terhadap IMIP,” ujarnya.

  Pemkab Poso Dipertanyakan Alasan Kucurkan Hibah Rp630 Juta ke Kejari saat Efisiensi Anggaran

Lebih lanjut, mantan aktivis PMII tersebut mendesak PT IMIP agar bertanggung jawab penuh atas insiden yang menewaskan Muhammad Ali Imran. Ia menilai bahwa penyelesaian kasus ini tidak boleh berhenti pada pemberian santunan semata, karena tindakan itu tidak menyentuh akar masalah.

Safri kemudian meminta agar pemerintah memperketat pengawasan sehingga kejadian serupa dapat dicegah sejak dini. Ia menegaskan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun.

“Penanganan kasus ini tidak cukup hanya dengan pemberian santunan dari perusahaan. Harus ada efek jera agar tragedi serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar).