Senin, 12 Januari 2026
Home, Umum  

Catatan Diskusi Publik PMII STAI Al Hikmah Jakarta: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan

Catatan Diskusi Publik PMII STAI Al Hikmah Jakarta: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan
Dampak bencana Sumatra. Foto: FB


Jakarta, Teraskabar.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Al Hikmah bersama Rayon Hos Cokroaminoto Cabang Jakarta Selatan menggelar Diskusi Publik dengan tema “Darurat Bencana: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan? Dampak Kelalaian dan Perencanaan yang Tidak Tepat.”

Kegiatan tersebut menghadirkan Muh. Asdar Prabowo sebagai narasumber yang merupakan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Pertahanan (Unhan RI) yang juga merupakan Junior Researcher DİP INSTITUTE. Dilain hal, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh anggota, kader PMII, serta mahasiswa STAI Al Hikmah Jakarta sebagai peserta yang berkegiatan di Aula Kampus STAI Al Hikmah Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Komisariat PMII STAI Al Hikmah Jakarta, Sahabat Multhasan Biha. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan diskusi semacam ini sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan nalar kritis mahasiswa.

“Besar harapan saya dengan adanya diskusi ini supaya kader dan anggota PMII STAI Al Hikmah serta seluruh mahasiswa memahami apa yang sebenarnya terjadi pada kondisi Indonesia saat ini. Diskusi seperti ini penting untuk membuka wawasan dan kepekaan kita terhadap isu-isu publik, khususnya terkait kebencanaan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Rayon Hos Cokroaminoto, Sahabat M. Bari Asyari, menekankan bahwa mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu membaca realitas sosial-politik di Indonesia.

“Sebagai agen of change, sangat penting bagi kita untuk terlibat dalam mengawal pemerintahan hari ini. Bencana yang terjadi sekarang bukan semata fenomena alam, tetapi juga dosa masa lalu akibat kelalaian pemerintah dalam mengelola lingkungan dan merancang kebijakan,” jelasnya.

Kemudia ketua presma kampus STAI al hikmah menegaskan bahwa mahasiswa harus terus mengambil peran strategis dalam mengawal isu-isu publik agar mahasiswa memiliki kesadaran kritis terhadap fenomena nasional.

“Kita berharap diskusi ini tidak berhenti pada wacana, tetapi melahirkan kesadaran kritis dan tindakan nyata. PMII harus terus hadir sebagai penggerak perubahan dan penyampai suara publik dalam setiap persoalan bangsa,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, ia menutup dengan pesan bahwa diskusi seperti ini perlu menjadi tradisi intelektual yang terus dijaga oleh kader PMII.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian diskusi yang lebih besar dan berdampak. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal kebijakan publik demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.

Diskusi publik ini menjadi bukti komitmen PMII Komisariat Al Hikmah dan Rayon Hos Cokroaminoto dalam merawat tradisi akademik serta meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu kebencanaan dan kebijakan nasional.

  Polres Lampung Utara-PMII Peringati Maulid Nabi dan Istighosah di Masjid Al-Fachri