Selasa, 13 Januari 2026

Program Kerja FMKI Morowali, Albar: Dari Pendampingan UMKM Hingga Training School

program kerja fmki morowali albar dari pendampingan umkm hingga training school
Ketua departemen Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan DPP FMKI, Albar menyatakan bahwa Program Kerja FMKI Morowali mulai dari pendampingan UMKM hingga Training School semuanya ada. Foto: Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) Kabupaten Morowali terus memperkuat konsolidasi organisasi secara terarah. Melalui Rapat Kerja untuk mengusun Program Kerja FMKI Morowali, forum ini menegaskan komitmen perjuangan yang berpihak pada rakyat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (19/12/2025) di Kopi Aroby, Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat.

Sejak awal, forum ini menghadirkan diskusi yang aktif dan terbuka. Para pengurus mengikuti setiap agenda dengan keterlibatan penuh. Oleh karena itu, rapat ini tidak sekadar membahas program, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif organisasi.

Rapat tersebut menghadirkan Ketua Umum Albar Djena, Wakil Ketua Udin Tasaripa, Bendahara Umum Afit Saputra, serta seluruh ketua departemen. Selain itu, para anggota aktif ikut menyampaikan pandangan strategis sesuai bidang masing-masing.

Ketua Departemen Hukum, Advokasi, HAM dan Perundang-Undangan, Ramadan Ponga hadir bersama timnya. Sementara itu, Ketua Departemen Komunikasi, Kemitraan dan Humas Dahlan turut menguatkan agenda komunikasi organisasi. Di sisi lain, Departemen Lingkungan dan Industri yang dipimpin Jasmin juga menyampaikan fokus kerja sektoral.

Arah Gerakan dan Penegasan Watak Kerakyatan

Ketua Umum FMKI Morowali, Albar Djena, memimpin rapat secara langsung. Ia menyampaikan arahan strategis yang menegaskan watak kerakyatan organisasi. Dengan tegas, ia mendorong seluruh pengurus untuk bergerak aktif dan konsisten.

Menurut Albar Djena, organisasi harus bekerja nyata di tengah masyarakat. Selain itu, FMKI harus menjaga independensi gerakan dari kepentingan pragmatis. Dengan sikap tersebut, FMKI dapat berdiri sebagai mitra kritis yang konstruktif di kawasan investasi.

Selanjutnya, forum membahas metode pelaksanaan kerja secara bertahap. Pengurus menyepakati pendekatan realistis dan terukur. Dengan demikian, setiap rencana kerja dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Program Kerja FMKI Morowali disusun secara kolektif dan partisipatif. Setiap departemen menyelaraskan agenda kerja dengan kebutuhan sosial masyarakat lingkar kawasan investasi.

Program Kerja FMKI Morowali: Pemberdayaan Berbasis Kebutuhan Rakyat

Departemen Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat menyusun program berbasis kebutuhan riil warga. Albar yang memimpin departemen ini menekankan penguatan ekonomi rakyat sebagai prioritas utama.

Oleh sebab itu, departemen ini mengusulkan pendampingan UMKM melalui skema Kelompok Usaha Bersama. Program ini mendorong akses permodalan yang lebih inklusif. Selain itu, program ini memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Tidak hanya itu, departemen ini juga merancang Training School. Program ini membuka ruang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui pelatihan terarah, FMKI mendorong peningkatan keterampilan dan daya saing warga lokal.

Di sisi lain, FMKI menginisiasi program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Program ini menyasar rumah tidak layak huni di sekitar kawasan investasi. Dengan langkah tersebut, FMKI menghadirkan dampak sosial yang langsung dirasakan.

Albar menegaskan bahwa Program Kerja FMKI Morowali harus memberi manfaat nyata. Ia menyampaikan bahwa organisasi harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar simbol.

“Kami ingin FMKI benar-benar bekerja untuk masyarakat. Organisasi ini harus memberi dampak langsung bagi kehidupan warga,” tegas Albar.

Melalui rapat kerja ini, Program Kerja FMKI Morowali bergerak menuju aksi nyata. Dengan kerja kolektif dan arah yang jelas, Program Kerja FMKI Morowali diharapkan menjadi kekuatan sosial yang berkelanjutan. (Ghaff/Teraskabar).