Sabtu, 24 Januari 2026
Home, News  

Sulteng Hadirkan Layanan Pengaduan Berbasis Digital BERANI Samporoa

Sulteng Hadirkan Layanan Pengaduan Berbasis Digital BERANI Samporoa
Gubernur Sulteng Anwar Hafid meresmikan Command Center layanan BERANI Samporoa, Rabu malam (31/12/2025), di lantai III kantor gubernur. Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) hadirkan layanan pengaduan berbasis digital bernama Layanan BERANI Samporoa bagi masyarakat. Peresmian Commond Center atau pusat layanan BERANI Samporoa Provinsi Sulawesi Tengah yang terletak di lantai III kantor gubernur tersebut berlangsung di penghujung tahun 2025, tepatnya pada Rabu malam (31/12/2025).

Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A lamadjido didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Sulteng) Suandi, bersama sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadiri langsung peluncuran layanan bagi masyarakat yang lebih cepat, responsif, dan transparan.

Command Center BERANI Samporoa berfungsi sebagai pusat pengelolaan laporan dan aduan masyarakat berbasis sistem digital. Operator Command Center akan mengelola sekaligus memberikan nomor tiket setiap laporan yang masuk, sehingga seluruh proses penanganan dapat terpantau secara real time.

Operator akan memberikan respons awal kepada masyarakat. Apabila laporan dapat diselesaikan langsung, maka akan ditangani oleh operator Command Center. Namun, jika laporan berkaitan dengan persoalan teknis atau kewenangan OPD tertentu, seperti perizinan dan layanan sektoral, laporan akan diteruskan kepada OPD terkait. Untuk mendukung hal tersebut, setiap OPD telah menyiapkan operator khusus.

Sulteng Hadirkan Layanan Pengaduan Dilengkapi Scoring System

Sistem ini juga dilengkapi dengan klasifikasi status laporan, mulai dari menunggu, dalam progres, selesai, hingga ditolak. Fitur penolakan disiapkan untuk menyaring laporan yang tidak relevan atau bersifat iseng, sehingga pelayanan tetap fokus dan efektif.

Guna memastikan keadilan dan profesionalisme, Command Center BERANI Samporoa dilengkapi scoring system bagi operator Command Center dan operator OPD. Sistem ini mengukur kecepatan dan kualitas tindak lanjut laporan, sehingga tidak terjadi saling lempar tanggung jawab.

  Dialog Berkala Memulihkan Towuti, PT Vale dan Pemda Luwu Timur Libatkan Masyarakat

Untuk operator Command Center, waktu respons ditetapkan mulai dari 5 menit hingga maksimal 60 menit per laporan. Sementara itu, penilaian bagi OPD disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas masing-masing layanan.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa keberhasilan Command Center BERANI Samporoa sangat ditentukan oleh validitas data yang dimiliki perangkat daerah.

“Secanggih apa pun sistem ini, kalau datanya tidak valid, maka tidak akan efektif. Karena itu saya meminta seluruh pimpinan OPD dalam tiga bulan ke depan serius melakukan pembenahan dan pembaruan data,” tegas Gubernur.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan Command Center ini dapat terhubung dengan pemerintah kabupaten/kota hingga instansi vertikal, sehingga laporan masyarakat yang berada di luar kewenangan provinsi tetap dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Nama Samporoa, yang berarti berteman, dipilih sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan merasa memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan persoalan secara terbuka.

“Command Center ini adalah pusat kendali pelayanan kita. Ibarat tubuh manusia, inilah otaknya. Mari kita jaga dan manfaatkan bersama demi pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Gubernur.

Peresmian Command Center BERANI Samporoa ditandai dengan prosesi launching melalui layar sentuh oleh Gubernur Sulawesi Tengah, didampingi Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas Kominfo, sebagai tanda dimulainya operasional layanan publik digital tersebut. (red/teraskabar)