Senin, 12 Januari 2026

BEM Nusantara Sulteng Tegas Tolak Pilkada Tertutup: Potensi Orde Baru Gaya Lama

BEM Nusantara Sulteng Tegas Tolak Pilkada Tertutup: Potensi Orde Baru Gaya Lama
Koordinator Daerah BEM Nusantara Sulawesi Tengah, Rahman Musa. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – BEM Nusantara Sulawesi Tengah (Sulteng) tegas tolak Pilkada tertutup. BEM Nusantara Sulteng menganggap wacana pemilihan kepala daerah secara tertutup bukan hal baru yang memerlukan perdebatan panjang.

“Disahkannya pilkada via DPRD akan menjadi titik akhir kesabaran rakyat terhadap kebobrokan pemerintah hari ini,  alasan efisiensi tak cukup untuk mengubah sistem pemilihan umum (Pilkada), Pilkada melalui DPRD akan makin melemahkan check and ballanceserta tidak mencerminkan bangunan politik yang establishdan futuristik”, kata Koordinator Daerah BEM Nusantara Sulawesi Tengah, Rahman Musa, pada awak media, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, gagasan demokrasi tertutup adalah lembaran usang yang cukup menjadi pelajaran besar bagi tertutupnya ruang demokrasi di Indonesia.

Terangkatnya wacana proporsional tertutup adalah bukti kemunduran demokrasi dan kemalasan berfikir dalam memperbaiki atmosfer perpolitikan tanah air, reformasi cukup menjadi tamparan bagi akumulasi keresahan rakyat terhadap bobroknya sistem pemerintahan Indonesia.

Musa juga meyampaikan bahwa gagasan pilkada tertutup bukanlah usulan rakyat, melainkan elit politik yang berpotensi besar senantiasa melanggengkan kekuasaan dengan memonopoli proses elektoral yang dibalut citra kedaulatan rakyat.

“Proses pemilihan tertutup seakan memaksa rakyat untuk membeli kucing dalam karung, kemenangan tokoh politik hanya dinikmati segelintir oknum, namun segala kerusakan dan konsekuensi buruk harus ditanggung oleh seluruh rakyat,” tegas Musa.

Terakhir, Musa mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk menolak wacana tersebut sedini mungkin. Sebab, wacana ini sama sekali tak mengandung urgensi apapun, terutama dalam kondisi kualitas demokrasi yang kian menurun. (red/teraskbar)

  Kakek Cabuli 2 Cucu Tirinya di Banggai hingga 6 Kali