Senin, 12 Januari 2026

P2SP Klarifikasi Keterlambatan Revitalisasi SMKN 1 Tolitoli Utara, Janji Rampung 15 Januari 2026

P2SP Klarifikasi Keterlambatan Revitalisasi SMKN 1 Tolitoli Utara, Janji Rampung 15 Januari 2026
Bangunan perpustakaan yang disebut dikerjakan asal - asalan mulai dirapikan. Foto: Tim

Tolitoli, Teraskabar.id – Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kecamatan Tolitoli Utara (Tolut), Kabupaten Tolitoli, dengan pagu anggaran sebesar Rp3,1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025, sempat menuai sorotan publik. Proyek tersebut diduga mengalami keterlambatan penyelesaian serta kualitas pekerjaan yang dinilai kurang rapi pada beberapa bagian bangunan.

Menanggapi sorotan tersebut, Sekretaris Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Sukamri, memberikan klarifikasi kepada wartawan. Ia mengakui adanya keterlambatan pekerjaan serta hasil pemasangan atap seng di salah satu bangunan yang dinilai tidak rapi.

“Saya tidak memungkiri adanya keterlambatan dan memang benar pemasangan atap seng di salah satu bangunan belum rapi. Hal itu terjadi karena tukang yang dipercayakan memasang atap tersebut belum terlalu memahami teknis pekerjaan. Namun saya pastikan atap itu akan diperbaiki kembali,” ujar Sukamri saat dikonfirmasi, Sabtu (10/12/2026).

Sukamri juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada kepala tukang dan memastikan seluruh pekerjaan akan dirampungkan tanpa pengecualian.

“Saya sudah sampaikan ke kepala tukang, dan kami targetkan tanggal 15 Januari 2026 seluruh pekerjaan harus rampung 100 persen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sukamri menjelaskan bahwa keterlambatan pengerjaan salah satunya disebabkan oleh kendala pengadaan material bangunan. Menurutnya, pasir dan batu pecah yang digunakan harus didatangkan dari Desa Tinigi, Kecamatan Galang, karena kualitas material di sekitar lokasi proyek dinilai tidak layak.

“Pasir dan batu pecah kami beli dari Desa Tinigi, Kecamatan Galang. Jaraknya cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke lokasi pekerjaan,” ungkapnya.

Menurutnya, pasir yang tersedia di desa setempat bercampur lumpur sehingga tak dipergunakan. Bilapun menggunakan material tersebut akan berisiko terhadap kualitas bangunan.

  Kepala Dinkes Tolitoli Diduga Terseret Dana Ukom Bermasalah

“Demi menjaga mutu bangunan, kami memilih mendatangkan material dari lokasi yang lebih jauh meskipun konsekuensinya adalah waktu pengerjaan menjadi lebih lama,” jelasnya.

Sukamri menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan proyek tersebut, termasuk melakukan perbaikan pada bagian pekerjaan yang dinilai kurang rapi.

“Apa pun konsekuensinya akan saya tanggung jawab. Yang terpenting pekerjaan selesai dan kualitas bangunan, termasuk pemasangan atap yang dianggap tidak rapi, akan dibenahi kembali,” janjinya.

Dengan adanya klarifikasi ini, P2SP berharap masyarakat dapat memahami kendala yang dihadapi di lapangan, sekaligus menunggu realisasi janji penyelesaian pekerjaan sesuai batas waktu yang telah disampaikan (tim/teraskabar)