Senin, 12 Januari 2026
Home, Opini  

Konsep Diri Perempuan dan Perannya dalam Lingkungan Sosial

Oleh: Rahmadina (Aktivis HMI Cabang Palu, Komisariat FKIP)

konsep diri perempuan dan perannya dalam lingkungan sosial
Rahmadina: "Konsep diri perempuan dan perannya dalam lingkungan sosial". Foto: Tata

PEREMPUAN hidup di tengah arus sosial yang terus bergerak dan menuntut. Oleh karena itu, cara perempuan memandang dirinya sendiri menentukan arah sikap, pilihan, dan kontribusinya. Kesadaran diri tidak pernah berdiri sendiri, karena lingkungan selalu ikut membentuknya. Dibutuhkan konsep diri perempuan.

Namun demikian, perempuan tetap memegang kendali utama atas bagaimana ia memahami nilai dan perannya. Dari titik inilah, konsep diri menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial yang sehat dan berdaya.

Konsep Diri sebagai Fondasi Sikap Sosial Perempuan

Konsep diri perempuan memengaruhi cara perempuan bersuara, bersikap, dan mengambil keputusan di ruang sosial. Ketika perempuan mengenali kemampuan dan batasannya, ia akan bertindak lebih rasional dan percaya diri. Selain itu, perempuan mampu menempatkan diri tanpa merasa harus tunduk pada tekanan yang tidak relevan. Dengan begitu, perempuan dapat berinteraksi secara aktif tanpa kehilangan identitas personalnya.

Sebaliknya, perempuan yang membangun pemahaman diri hanya dari penilaian luar akan mudah goyah. Lingkungan sering menghadirkan standar yang tidak selalu adil. Oleh sebab itu, perempuan perlu menyaring nilai sosial secara kritis. Dengan kesadaran tersebut, perempuan dapat mengembangkan konsep diri perempuan yang berdiri di atas refleksi, bukan sekadar tuntutan.

Peran Lingkungan dalam Membentuk Pemahaman Diri

Lingkungan sosial berperan besar dalam membentuk cara berpikir perempuan. Keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat menyampaikan pesan-pesan sosial yang terus berulang. Jika lingkungan memberi ruang dialog dan penghargaan, perempuan akan tumbuh dengan keyakinan diri yang sehat. Namun, jika lingkungan menekan dan membatasi, perempuan akan menghadapi hambatan dalam mengenali potensinya.

Oleh karena itu, perempuan perlu membangun jarak kritis terhadap narasi sosial yang merugikan. Perempuan harus berani mempertanyakan norma yang mengekang. Dengan langkah tersebut, perempuan dapat memperkuat konsep diri perempuan secara mandiri dan berkelanjutan. Proses ini menuntut keberanian, tetapi hasilnya menciptakan posisi sosial yang lebih setara.

  Kenaikan IPH Tertinggi,  Mendagri Imbau Beri Perhatian Khusus ke Sigi

Konsep Diri Perempuan: Kesadaran Peran dan Keberanian Mengambil Ruang

Kesadaran peran tidak berarti menerima semua peran yang diberikan. Perempuan memiliki hak untuk memilih, menegosiasikan, dan bahkan menolak peran yang tidak sesuai. Tokoh publik seperti Najwa Shihab sering menegaskan bahwa perempuan memiliki suara dan pengaruh nyata. Pandangan ini mendorong perempuan untuk hadir sebagai subjek aktif, bukan pelengkap sosial.

Dengan pemahaman diri yang matang, perempuan akan mengambil ruang secara bertanggung jawab. Perempuan dapat berkontribusi di berbagai bidang tanpa harus menanggalkan nilai personalnya. Pada tahap ini, konsep diri perempuan berfungsi sebagai kompas moral dan sosial.

Konsep Diri dan Dampaknya bagi Lingkungan Sosial

Pada akhirnya, hubungan antara perempuan dan lingkungan bersifat timbal balik. Perempuan yang memiliki pemahaman diri kuat akan membawa pengaruh positif bagi sekitarnya. Ia membangun relasi setara, mendorong perubahan, dan menjadi contoh keberanian sosial. Dengan demikian, konsep diri perempuan tidak hanya membentuk individu, tetapi juga memperkaya kehidupan sosial secara kolektif.

Melalui kesadaran, refleksi, dan dukungan lingkungan yang adil, perempuan dapat menjalani perannya tanpa kehilangan jati diri. Di titik inilah, perempuan hadir sebagai kekuatan sosial yang utuh dan bermakna.***