Senin, 12 Januari 2026

Launching Dapur MBG Emea Morowali: Penyaluran Perdana Sasar 1.145 Penerima Manfaat

launching dapur mbg emea morowali penyaluran perdana sasar 1145 penerima manfaat
Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Agus Wiratno sambut baik Launching dapur MBG Emea, Senin (12/1/2026). Foto: Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Yayasan Akar Juang 08 resmi melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Launching dapur MBG Emea di Desa Emea, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya operasional dapur SPPG “Setia Kawan” sebagai pusat produksi dan distribusi MBG bagi masyarakat sasaran.

Sejak awal, panitia menggerakkan sistem distribusi terukur. Program ini langsung menyasar 1.145 penerima manfaat. Tim pelaksana mengatur alur penyaluran secara disiplin. Dengan demikian, manfaat program hadir tepat waktu dan tepat sasaran.

Penyaluran MBG Melalui SPPG “Setia Kawan”

Melalui Launching dapur MBG Emea, Yayasan Akar Juang 08 menyalurkan makanan bergizi gratis ke delapan sekolah di Kecamatan Witaponda. Program ini diharapkan memperkuat konsentrasi belajar siswa. Selain itu, program ini meningkatkan ketahanan gizi anak usia sekolah.

Selanjutnya, dapur SPPG “Setia Kawan” menyalurkan makanan bergizi kepada ibu hamil dan ibu menyusui melalui satu Posyandu di Desa Emea. Langkah ini mendorong pencegahan stunting sejak fase awal kehidupan. Oleh karena itu, program ini menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.

Tidak berhenti di situ, tim pelaksana juga menyalurkan makanan bergizi ke satu kelompok bermain di Desa Emea. Pola ini memastikan anak usia dini memperoleh asupan seimbang. Dengan demikian, program MBG menjangkau seluruh siklus tumbuh kembang anak.

Launching Dapur MBG Emea: Gerakkan Gotong Royong dan Ekonomi Lokal

SPPG “Setia Kawan” berfungsi sebagai dapur desa berbasis partisipasi warga. Pengelola melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengolahan, pengemasan, dan distribusi. Akibatnya, program ini turut menggerakkan ekonomi desa.

Yayasan Akar Juang 08 menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan secara ketat. Tim dapur menyiapkan menu bergizi seimbang sesuai kebutuhan penerima. Selain itu, pengelola memastikan kontinuitas pasokan bahan pangan lokal.

Melalui pendekatan ini, dapur desa tidak sekadar menjadi tempat memasak. Sebaliknya, dapur ini menjadi simpul pelayanan sosial yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, program MBG bertransformasi menjadi gerakan kolektif.

Dukungan DPRD dan Arah Kebijakan Nasional

Anggota DPRD Kabupaten Morowali dari Partai Gerindra, Agus Wiratno, menyatakan dukungannya terhadap program MBG di Kecamatan Witaponda. Ia menilai Launching dapur MBG Emea sejalan dengan cita-cita mulia Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Menurutnya, MBG berperan sebagai investasi jangka panjang. Program ini memperkuat fondasi kesehatan generasi muda. Karena itu, ia mengapresiasi peran Yayasan Akar Juang 08 yang menghadirkan SPPG “Setia Kawan” sebagai model dapur desa.

Ia juga mendorong replikasi program ini di desa lain. Dengan langkah tersebut, manfaat MBG dapat menjangkau wilayah yang lebih luas di Morowali.

Launching Dapur MBG Emea: Komitmen Keberlanjutan Program MBG Prabowo Subianto

Yayasan Akar Juang 08 menegaskan komitmen keberlanjutan program MBG melalui SPPG “Setia Kawan”. Pengelola terus menyempurnakan sistem distribusi. Selain itu, yayasan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.

Melalui kerja bersama, program ini diharapkan dapat menghadirkan perubahan nyata dari desa. Pada akhirnya, Launching dapur MBG Emea menjadi pijakan awal pembangunan manusia yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (Ghaff/Teraskabar).