Senin, 12 Januari 2026
Ekbis, Home  

Sulteng Surplus Neraca Perdagangan pada November 2025, Secara Tahunan Turun

Sulteng Surplus Neraca Perdagangan pada November 2025, Secara Tahunan Turun
Fasilitas bongkar muat di jetty PT BDM di Morowali. Foto: Tangkapan layar

Palu, Teraskabar.id– Sulawesi Tengah (Sulteng) mampu mempertahankan posisi surplus neraca perdagangan pada bulan November 2025, termasuk surplus ekspor secara kumulatif untuk periode Januari hingga November 2025. Disisi lain, surplus neraca perdagangan Sulteng secara tahunan atau y-on-y mengalami penurunan.

Berdasarkan data BPS Provinsi Sulteng, nilai ekspor Sulteng pada bulan November 2025 mencapai US$ 1.756,53 sementara nilai impor pada periode yang sama senilai US$ 847,72 atau surplus sebesar US$908.

“Surplus neraca perdagangan Sulteng pada periode yang sama secara y-on-y mengalami penurunan sebesar US$84,12 juta dibandingkan dengan bulan November 2024 atau turun  sebesar 12,64%,” kata Plt Kepala BPS Sulteng Imron Taufik J. Musa pada video press rilis BPS Sulteng pada 5 Januari 2026.

Tiga komoditas utama yang memberikan kontribusi utama pada kegiatan Ekspor bulan November 2025 jika merujuk pada andil nilai ekspor. Besi dan Baja memiliki nilai US$1.029,07 juta dan memiliki kontribusi sebesar 58,59 persen terhadap nilai ekspor total.

Pada posisi kedua, komoditas Nikel memiliki nilai US$357,84 juta dan memberikan kontribusi sebesar 20,37 persen. Komoditas Bahan bakar mineral memiliki nilai US$180,33 juta dan menempati posisi ketiga dengan kontribusi terhadap nilai total sebesar 10,27 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Provinsi Sulawesi Tengah telah mencapai US$19.976,86 juta. Jika dibandingkan dengan nilai kumulatif hingga bulan yang sama pada tahun sebelumnya, posisi nilai ekspor mengalami kenaikan sebesar 3,65 persen.

Tiongkok Masih Tujuan Utama Ekspor, Sulteng Surplus Neraca Perdagangan

Tiongkok adalah negara yang menjadi kontributor Ekspor terbesar pada bulan November 2025 dengan nilai ekspor sebesar US$756,17 juta dan berkontribusi pada total nilai ekspor sebesar 43,05 persen.

  Pertumbuhan Pengadaan Semen di Sulteng di Angka Minus, Menurun Sejak TW II 2021

Kemudian, negara Vietnam menjadi urutan kedua mitra ekspor utama menurut nilai yaitu sebesar US$256,84 juta atau memiliki kontribusi sebesar 14,62 persen. Pada posisi ketiga, negara Taiwan menyumbang nilai ekspor sebesar 7,98 persen dengan nilai yang diperoleh sebesar US$140,13 juta.

Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya jika diakumulasikan bernilai kurang dari 10 persen. Hingga bulan November, secara kumulatif, ekspor terbesar ditunjukkan ke Tiongkok senilai US$9.092,65 juta yang memiliki kontribusi 45,52 persen. Selanjutnya, negara Taiwan memiliki nilai ekspor senilai US$1.809,97 juta dan memiliki kontribusi sebesar 9,06 persen. Vietnam merupakan negara ketiga yang memiliki kontribusi sebesar 8,41 persen dengan nilai kumulatif ekspor sampai dengan bulan November adalah sebesar US$1.679,2 juta.

Ia mnambahkan, jika dibandingkan dengan periode kumulatif yang sama pada tahun 2024, negara India mengalami penurunan terbesar dari sisi nilai ekspor dengan penurunan US$300,20 juta. Kemudian, kenaikan tertinggi terjadi pada negara Tiongkok dengan nilai kenaikan sebesar US$1.089,23 juta. (red/teraskabar)