Morowali, Teraskabar.id – Pemancingan ikan BUMDes Sampeantaba di Desa Sampeantaba, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, terus menarik minat masyarakat. Sejak beroperasi, pemancingan ikan air tawar ini langsung menjadi tujuan favorit warga.
Selain itu, lokasi yang berada di tengah persawahan membuat suasana terasa sejuk dan alami. Karena itu, pengunjung datang tidak hanya untuk memancing, tetapi juga menikmati pemandangan.
Kolam pemancingan ikan BUMDes Sampeantaba ini berdiri di area persawahan yang luas. Hamparan sawah hijau membentang di sekeliling kolam. Di kejauhan, jajaran pegunungan terlihat menambah keindahan lanskap. Oleh sebab itu, pengunjung merasakan suasana pedesaan yang tenang dan menenangkan.
Pengelola mengatur area pemancingan agar tetap nyaman. Dengan demikian, pengunjung bisa memancing tanpa gangguan. Selain itu, suasana alami tetap terjaga karena pengelola tidak mengubah karakter lingkungan sekitar.
Dikelola BUMDes Sampeantaba Secara Profesional
BUMDes Sampeantaba mengelola kolam pemancingan ini sebagai salah satu unit usaha desa. Pengelola memanfaatkan potensi alam desa untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, BUMDes juga melibatkan warga dalam pengelolaan harian.
Pengelola menyediakan empat kolam pemancingan. Setiap kolam berisi ikan air tawar jenis nila. BUMDes secara rutin melakukan perawatan kolam agar kualitas air tetap baik. Dengan begitu, ikan tumbuh sehat dan siap dipancing kapan saja.
Setiap hari, pengunjung datang silih berganti. Pada pagi hari, pemancing mulai berdatangan. Sementara itu, pada sore hari, suasana semakin ramai oleh pengunjung yang datang bersama keluarga. Karena itu, area kolam selalu hidup sepanjang hari.
Kolam Pemancingan Ikan BUMDes Sampeantaba Ramai Setiap Hari, Jadi Tempat yang Asyik
Muhammad Azmy dari BUMDes Sampeantaba menyampaikan bahwa tingkat kunjungan terus meningkat. Ia melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak kolam dibuka.
“Setiap hari selalu ada pengunjung yang datang memancing. Bahkan, pada akhir pekan jumlahnya meningkat,” ujar Muhammad Azmy, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, lokasi yang mudah dijangkau menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, suasana alami membuat pengunjung betah berlama-lama.
Tidak hanya warga desa, pengunjung dari desa tetangga juga ikut meramaikan. Mereka datang karena ingin merasakan sensasi memancing di tengah sawah. Dengan demikian, pemancingan ikan BUMDes Sampeantaba ini semakin dikenal.
Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Lokal
Keberadaan kolam pemancingan ini memberi dampak positif bagi desa. BUMDes memperoleh tambahan pendapatan. Pengelola berencana menambah fasilitas pendukung secara bertahap.
Namun, pengelola tetap menjaga konsep alami. Karena itu, keindahan persawahan dan pegunungan tetap menjadi daya tarik utama.
Dengan pengelolaan yang rapi dan suasana yang asri, pemancingan ikan BUMDes Sampeantaba berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata desa unggulan di Morowali. (Ghaff/Teraskabar).







