Palu, Teraskabar.id – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jabal Nur Perumahan Citra Pesona Indah I Dayodara Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menggelar peringatan Isra Mikraj, Sabtu malam (17/1/2026).
Peringatan Isra Mikraj yang diisi Da’i senior Ustadz H Misbahul Munir, LC, M.Si tersebut berlangsung kidmat dan sederhana.
Peringatan Isra Mikraj yang mengambil tema Menjaga Semangat Isra dan Mikraj di Tengah Perkembangan Zaman tersebut, dihadiri wakil ketua DPRD Kota Palu, Erman Lakuana.
Wakil Ketua DKM, Muhammad Nasir, SP, MP mewakili Ketua DKM Jabal Nur, Abdul Sahid Cadde yang berhalangan hadir, menyampaikan soliditas dan solidaritas masih terjaga dalam lingkungan Perumahan Cipta Pesona Indah 1. Hal itu tercermin dari pelaksanaan peringatan Isra Mikraj kali ini yang berlangsung meriah. “Kemeriahaan ini tentu karena dukungan jamaah dan warga sekitar,” ujar Nasir.
Untuk menjaga kesinambungan kemeriahaan ini, DKM Jabal Nur kata Nasir, mencetuskan dua poin gagasan. Pertama, merangkul para remaja di lingkup komplek Perumahan CP 1 untuk terlibat aktif di Remaja Masjid Jabal Nur. Kedua, kolaborasi dengan majelis taklim mengadakan pengajian. Bila memungkinkan, mengaktifkan pengajian dengan kajian fiqih misalnya. “Kita mencontoh Masjid Taqwa yang mengaktifkan kajian fiqihnya,” kata Nasir.
Hal senada disampaikan Ketua RW 05 Rizal, SP, MP yang didapuk menyampaikan sambutan mewakili pemerintah mengakui bahwa aktivitas di lingkungan RW 05 sangat dinamis. “Lingkungan kita ini agak berbeda, di sini banyak tumbuh organisasi yang mendorong lingkungan kita,” ujarnya.
Dinamika ini perlu dijadikan peluang untuk menggerakkan para remaja agar terlibat aktif pada Remaja Masjid, sebagaimana gagasan DKM Jabal Nur sehingga bisa terwujud Kompleks Beriman.
Sementara itu, Ustadz H. Misbahul Munir, LC, M.Si dalam hikmah Isra Mikraj-nya menjelaskan, peristiwa Isra Mikraj ini mengajarkan ummmat untuk selalu membersihkan hati.
Ia menjelaskan, dada Nabi Muhammad SAW dibelah oleh malaikat saat akan melaksanakan Isra Mikraj. Tujuannya untuk membersihkan jiwa Nabi Muhammad SAW sebelum Isra Mikraj.
“Bukan karena kotor, tapi ingin lebih membersihkan jiwa beliau sebelum pelaksanaan Isra Mikraj,” ujarnya.
Ittibar atau contoh pembersihan jiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW sebelum Isra Mikraj, bisa dimaknai implementasinya seperti gagasan DKM Jabal Nur untuk mengaktifkan kajian fiqih di Masjid Jabal Nur.
“Belajar fiqih itu wajib, bukan hanya wajib bagi para ustadz tapi wajib bagi bagi ummat Muslim,” tegasnya.
Menurutnya, dalam segala aktivitas ibadah mahdah, fiqih merupakan fondasinya. Untuk melaksanakan salat saja misalnya, dalam fiqih mengajarkan tata cara thaharah agar bersih dalam artian suci dari hadast. Sehingga, gagasan DKM Jabal Nur untuk mengaktifkan kajian-kajian fiqih perlu mendapat dukungan. (red/teraskabar)







