Minggu, 25 Januari 2026

Smartwatch Milik Farhan, Co-Pilot Pesawat yang Jatuh di Bulusaraung Terdeteksi Bergerak 13.647 Langkah

Smartwatch Milik Farhan, Co-Pilot Pesawat yang Jatuh di Bulusaraung Terdeteksi Bergerak 13.647 Langkah
Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa

Makassar, Teraskabar.id – Ponsel milik Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ditemukan di antara serpihan pesawat pada Ahad (18/1/2026).

Temuan itu memunculkan harapan besar, karena data dari smartwatch yang dipakai Farhan terhubung ke ponsel itu. Layar ponsel yang ditemukan itu menunjukkan ada pergerakan dari pemilik smartwatch.

Ponsel jenis iPhone tersebut diamankan oleh pihak keluarga setelah ditemukan oleh tim SAR di lokasi pencarian. Saat diperiksa, muncul notifikasi aktivitas langkah kaki pada layar ponsel yang diyakini berasal dari smartwatch Farhan.

Berdasarkan data yang terlihat, pada 18 Januari 2026 pukul 18.00 Wita tercatat sekitar 9.000 langkah. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 13.647 langkah pada pukul 22.00 Wita di hari yang sama.

Keluarga berharap data itu menunjukkan bahwa Fahran ada kemungkinan selamat dan mungkin sedang berjalan. Mereka juga menyampaikan bahwa smartwatch akan melakukan reset langkah setiap pergantian hari.

“Mohon izin menyampaikan, untuk smartwatch itu jika ganti hari akan kembali ke nol langkah. Jadi kalau langkahnya terus bertambah di hari yang sama, itu artinya ada pergerakan,” ujar salah satu anggota keluarga sebagaimana dikutip dari Makassar.Terkini.

Kerabat Farhan, Putri Keandedes Hasibuan, menyampaikan bahwa ponsel tersebut ditemukan bersama satu unit iPhone lainnya oleh tim SAR. Setelah dicek, salah satunya dipastikan milik Farhan dan langsung diamankan oleh pihak keluarga.

“Adik saya yang merupakan pacar Farhan mendapat kabar dari tim SAR bahwa ditemukan dua iPhone. Setelah dilihat, salah satunya adalah milik Farhan,” kata Putri.

Ia menambahkan, kondisi keluarga saat ini masih dalam keadaan syok sehingga belum bersedia memberikan keterangan langsung kepada media.

  Menggandeng PT Telkom Indonesia, Sistem E-Katalog Versi 6.0 LKPP Resmi Meluncur

“Adik saya tidak mau diwawancarai karena masih sangat shock dan sedang berjuang mencari Farhan,” ujarnya. (red/teraskabar)