Sabtu, 24 Januari 2026
Home, News  

606 Desa di Sulteng Masih Blank Spot, Mendes PDT Beri Perhatian Serius

606 Desa di Sulteng Masih Blank Spot, Mendes PDT Beri Perhatian Serius
Gubernur Anwar Hafid saat melakukan audiensi di Kantor Kementerian Desa dan PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026). Foto: Biro Adpim

Jakarta, Teraskabar.id – Sebanyak  606 desa di Sulawesi Tengah (Sulteng) masih mengalami blank spot dan sulit mengakses internet. Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan kondisi ini secara langsung kepada  Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto.

Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Desa dan PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026) tersebut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa digitalisasi menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan desa, terutama untuk mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Sehingga, Anwar Hafid secara pro aktif mendorong percepatan digitalisasi desa dengan menyampaikan langsung persoalan keterbatasan akses internet yang masih dialami 606 desa.

Selain keterbatasan akses internet, Anwar Hafid pada kesempatan tersebut juga menyampaikan keterbatasan infrastruktur dasar seperti jembatan penghubung masih menjadi kendala nyata di banyak desa. Kondisi tersebut berdampak langsung pada lambannya pengembangan usaha desa, akses layanan publik, serta pemasaran produk pertanian dan kerajinan lokal.

Digitalisasi Bukan Lagi Pilihan, 606 Desa di Sulteng Masih Blank Spot

Menanggapi hal itu, Mendes PDT Yandri Susanto menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk mendukung langkah Gubernur Sulawesi Tengah dalam mengatasi persoalan blank spot. Menurutnya, digitalisasi desa bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar desa tidak tertinggal dari wilayah perkotaan.

“Masalah yang disampaikan Pak Gubernur justru harus kita jadikan peluang. Soal internet, listrik, hingga kesiapan lahan Koperasi Desa, semua ini akan kita kawal bersama,” ujar Yandri Susanto.

Mendes Yandri juga menyampaikan rencana kunjungan langsung ke Sulawesi Tengah bersama jajaran Kementerian Desa dan PDT. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung kondisi desa sekaligus mengawal pelaksanaan program-program strategis nasional, termasuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, agar dapat berjalan optimal.

  Balai Bahasa Sulteng Gelar Bimtek Bahan Ajar BIPA Bermuatan Kearifan Lokal Sulteng

Ia menilai, kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid yang memiliki pengalaman panjang dari tingkat desa hingga nasional menjadi modal penting dalam percepatan pembangunan desa di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas respons dan komitmen Mendes PDT. Menurutnya, dukungan tersebut akan menjadi harapan baru bagi masyarakat desa, khususnya warga di 606 desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses jaringan internet.

“Kami berharap afirmasi dari pemerintah pusat ini dapat menjadi solusi nyata bagi percepatan digitalisasi desa di Sulawesi Tengah, sehingga pembangunan desa benar-benar merata dan berkelanjutan,” pungkas Anwar Hafid.

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, serta para pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian Desa dan PDT. (red/teraskabar)