Sabtu, 24 Januari 2026

Ibu Korban Kematian Bayi di Puskesmas Bahomotefe Tagih Janji Pemda Morowali

Ibu Korban Kematian Bayi di Puskesmas Bahomotefe Tagih Janji Pemda Morowali
ibu korban yang bayinya meninggal akibat persalinan di Puskesmas Bahomotefe Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, di pusara anaknya. Foto: FB


Bungku, Teraskabar.id – Ramdana, ibu korban yang bayinya meninggal akibat persalinan di Puskesmas Bahomotefe Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kembali menjadi pusat perhatian setelah mengunggah di media sosial Facebook miliknya menanyakan kabar penyelesaian kasus yang menimpanya. Ia menagih janji Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyelesaikan kasusnya yang terjadi sejak bulan November tahun 2025.

“Apa kabar kalian yang telah diamanahkan Pak Bupati bulan 12 Desember 2025 untuk menyelesaikan kasus kematian bayiku serta cacat fisik dan mentalku. Berapa lama saya harus menunggu? Jangan karena waktu berlalu, kalian kira saya lupa. Dilempar ke sana kemari, dijanji ini itu. Masyaallah Pak Anwar Hafid tolong saya,” tulis Ramdana di Facebook beberapa waktu lalu.

Kepada media ini, Selasa (20/1/2025), Ramdana mengungkapkan sejauh ini, tidak ada upaya yang berarti dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda), padahal sebelumnya Bupati Morowali, Ikhsan Abdul Rauf sudah memberikan amanah ke Plt Asisten 1 di hari itu juga dan Direktur RSUD Bungku untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Tapi hingga saat ini tidak ada. Saya hanya disuruh diam. Sabar. Tanpa kepastian dan kejelasan. Jika pemerintah daerah tidak sanggup menyelesaikan kasus dugaan malapraktik yang saya alami yang merenggut nyawa anakku, serta membuat saya cacat fisik dan non fisik ini. Insyaallah saya akan meminta bantuan ke gubernur,” ucapnya.

Namun, bulan ini, ia masih memberikan kesempatan kepada Pemerintah Daerah untuk segera menyelesaikan sebagaimana apa yang telah diamanahkan Bupati Morowali terdahulu. ”Di depan mata telinga saya,” ucapnya lagi.

Ibu Korban Kematian Bayi Gugah Hati Nurani Pejabat Pemda

Lebih jauh ia mengatakan, jika Pemerintah Daerah dan instansi terkait punya kesadaran dan hati nurani, mereka pasti mengetahui hak dan kewajibannya, tanpa harus menunggu masyarakat untuk bicara menuntut keadilan.

“Mari kita melihat kualitas penyelesaian pemerintah kita. Saya tidak akan berhenti menyuarakan kasusku jika belum ada penyelesaian sampai di tingkat provinsi bahkan pusat pun akan saya tempuh jika hak dan kewajiban itu tak kunjung saya dapatkan,” tandas Ramdana.

Dalam perkembangannya, ia mengaku saat ini Pemda sudah menjalin komunikasi dengan keluarganya untuk membahas penyelesaian kasusnya. Pihaknya akan melihat terlebih dahulu tanggapan dan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.

“Jika tidak mampu atau tertele-tele, saya langsung ke gubernur sambil minta bantu teman-teman media menyuarakan ketidakmampuannya pemerintah daerah menangani kasus kematian bayiku,” jelasnya.

Sementara itu, media ini menghubungi mantan Asisten 1 Pemkab Morowali, Asep yang sebelumnya diamanahkan menyelesaikan persoalan ibu korban kematian bayi saat persalinan di Puskesmas Bahomotefe menjelaskan, meminta agar media ini langsung menanyakan perkembangan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali dan Asisten I yang baru, Tharir.

Media ini juga telah berusaha menghubungi melalui pesan WhatsAap (WA) Asisten I, Tharir namun hingga berita ini naik juga belum mendapat tanggapan.

“Kita bisa langsung tanyakan ke Dinas Kesehatan dan Asisten I karena saya sudah pindah tugas,” jelasnya. (red/teraskabar)