Minggu, 25 Januari 2026

Arboretum Himalaya yang Tumbuh Jadi Hutan Alam Mengundang Decak Kagum

Arboretum Himalaya yang Tumbuh Jadi Hutan Alam Mengundang Decak Kagum
Menhut, Dr. Raja Juli Antoni menanam pohon di Taman Kehati Sawerigading Wallacea ketika berkunjung ke wilayah operasional PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat (13/6/2025). Foto: Dok

Palu, Teraskabar.id – Arboretum Himalaya yang tumbuh jadi hutan alam, termasuk Taman Kehati Sawerigading Wallacea, merupakan salah satu bukti konkret keberhasilan PT Vale Indonesia merestorasi kawasan pasca-tambang.

Keberhasilan ini juga menjadi penegasan kembali peran PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MINDID, sebagai pelopor dalam transformasi industri pertambangan nasional menuju model yang lebih hijau, transparan, dan berkeadilan. Selama lebih dari lima dekade, PT Vale telah membangun fondasi yang kuat dalam menerapkan prinsip Good Mining Practices secara konsisten.

Sejumlah pihak yang telah melihat langsung keberhasilan PT Vale merestorasi kawasan pasca-tambang menjadi hijau dengan beraneka pepohonan yang mendekati habitat asli memberi pujian.  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Direktorat Pelayanan Perizinan Berusaha Non-Industri, Plh Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Non-Industri, Rahardjo Siswohartono, salah satu di antara sekian banyak pejabat yang memberi pujian ketika berkunjungan ke Sorowako.

Kunjungan resmi  Plh Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Non-Industri Rahardjo selama dua hari, Rabu – Jumat (3-5/7/2024), di PT Vale didampingi Head of  Environment and Permit Management PT Vale, Zainuddin.

Rahardjo Siswohartono sangat antusias mengamini kontribusi positif PT Vale terhadap ekonomi dan lingkungan.

Rahardjo mengungkapkan kesan positifnya terhadap PT Vale dalam menjaga prinsip Good Mining Practices (GMP) yang tidak hanya meningkatkan profesionalitas operasional, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi lokal.

Selama kunjungan, Rahardjo dan timnya mengeksplorasi berbagai fasilitas di area kerja PT Vale, seperti Nursery dan Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea, Solia Mining Area, Arboretum Himalaya, Process Plant, Bendungan dan PLTA Balambano, serta Pelabuhan dan Terminal Khusus Balantang.

Reklamasi Berdampak, Arboretum Himalaya yang Tumbuh Jadi Hutan

Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Dr. Raja Juli Antoni juga termasuk pejabat yang memberi pujian, ketika berkunjung ke wilayah operasional PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat (13/6/2025). Raja Juli Antoni terkesima dengan komitmen penerapan Good Mining Practices yang dijalankan perusahaan tambang nikel ini.

  Podcast Megalist Diskominfo Sulteng Diresmikan, Gubernur Rusdy: Mempermudah Warga Peroleh Informasi

Ia secara khusus mengapresiasi keberhasilan restorasi Hutan Himalaya serta kehadiran Taman Kehati sebagai bentuk nyata dari reklamasi yang berdampak.

 “Sebagai salah satu perusahaa pertambangan yang melakukan pertambangan secara berkelanjutan, saya ingin membuktikan dan hal ini langsung saya saksikan bagaimana proses pertambangan mereka yang memang sangat sesuai aturan,” ujarnya.

Menhut Raja Juli Antoni secara langsung menyampaikan apresiasinya atas pendekatan PT Vale dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi, konservasi lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

“Pembangunan tidak boleh berhenti. Namun hutan juga tak boleh punah. Kita harus menyeimbangkan keduanya. PT Vale menunjukkan bahwa industri dapat bergerak maju tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem,” ungkap Menteri.

“Sumber energi dari air, kemudian kaidah-kaidah lingkungan hidup dipenuhi dan dalam konteks kehutanan sebagai perusahaan yang diberikan IPKKH dan kemudian mereka dapat mereklamasi dengan baik dan kemudian menanam pohon, bahkan tadi kita lihat ada yang dari tahun 2025, sudah hampir sama dengan hutan alam,“ tambahnya. (red/teraskabar)