Jakarta, Teraskabar.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) dukung gagasan program Waste to Energy (WTE) yang diinisiasi Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, sebagai solusi strategis dalam penanganan sampah dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Koordinator Isu Lingkungan Hidup BEM PTMA Indonesia, Ahmad Rafiq, menilai konsep Waste to Energy merupakan pendekatan progresif karena mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan upaya kemandirian energi nasional serta pengurangan emisi karbon.
“Program Waste to Energy yang digagas Pak Eddy Soeparno adalah terobosan penting. Ini menjadi peluang besar untuk menyinergikan peran negara, akademisi, dan mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan secara konkret,” ujar Rafiq dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
BEM PTMAI Dukung Program Inisiasi Eddy Soeparno
Ia menyebut, persoalan sampah di berbagai daerah, terutama kawasan perkotaan dan destinasi wisata, masih menjadi masalah serius yang memerlukan solusi berkelanjutan.
“Integrasi pengelolaan sampah dengan produksi energi ini relevan, asalkan dijalankan secara transparan, berbasis kajian ilmiah, dan melibatkan partisipasi publik,” jelasnya.
BEM PTMAI dukung program Waste to Energy dan juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi aktif, mulai dari riset akademik, kajian kebijakan, peningkatan literasi lingkungan, hingga pendampingan masyarakat.
“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami siap terlibat sebagai mitra melalui kajian akademik, pengawasan publik, dan edukasi masyarakat terkait transisi energi dan pengelolaan sampah,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mendorong agar implementasi Waste to Energy tetap menjunjung prinsip keadilan ekologis, memperhatikan aspek AMDAL dan kesehatan masyarakat, serta tidak membuka ruang bagi praktik oligarki di sektor energi dan lingkungan.
Sebagai organisasi mahasiswa nasional, BEM PTMA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan lingkungan hidup dan transisi energi agar selaras dengan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan sosial demi keselamatan generasi mendatang. (Ahaf/teraskabar)






