Sabtu, 31 Januari 2026
Home, News  

Pimpinan OPD Pemprov Sulteng Retret Selama Tiga Hari di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu

Pimpinan OPD Pemprov Sulteng Retret Selama Tiga Hari di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu
Gubernur Sulteng Anwar Hafid membersamai para OPD mengikuti kajian keislaman pada retret di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Jumat (30/1/2026). Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengikuti retret di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu pada Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 30 Januari -hingga 1 Februari 2026 dan menginap secara penuh di masjid, bertujuan untuk lebih mendekatkan setiap pimpinan OPD kepada sang penciptanya.

Retret di rumah ibadah ini dengan pendekatan pembinaan spiritual dan moral, dipusatkan pelaksanaannya di Masjid Raya Baitul Khairaat, ikon peradaban Islam Sulawesi Tengah, dan dibimbing langsung oleh Jamaah Tabligh.

‎‎”Jadi mulai hari ini hari Jumat, kami melakukan retret bagi setiap kepala dinas di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah dan tempatnya itu di Masjid,” kata Anwar Hafid.

Retret Pimpinan OPD Pemprov Sulteng Bukan Sekadar Seremoni

‎‎Dalam paparannya, Anwar Hafid menegaskan retret ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ikhtiar membangun fondasi kepemimpinan yang bersih, amanah, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

‎‎“Saya ingin para kepala dinas memulai tugas dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan kesadaran bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar kekuasaan,” ujarnya.

‎‎Menurut Anwar Hafid, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kecakapan teknokratis, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual para pemimpinnya.

‎‎Selama tiga hari, para kepala dinas mengikuti agenda ibadah berjamaah, kajian keislaman, tausiyah, serta diskusi reflektif tentang makna kepemimpinan dan tanggung jawab publik.

‎‎Pendekatan ini dinilai sebagai inovasi kepemimpinan Anwar Hafid yang menggabungkan nilai religius, budaya lokal, dan tata kelola pemerintahan modern dalam satu kesatuan yang utuh.

‎‎“Kalau pemimpinnya takut kepada Tuhan, insya Allah kebijakannya akan berpihak kepada rakyat, bukan pada kepentingan pribadi,” tegasnya.

‎‎Anwar Hafid juga menjelaskan alasan pilihan Masjid Raya Baituk Khairaat sebagai lokasi retret. Selain karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, masjid merupakan tempat yang bisa dimanfaatkan banyak hal.

  Kuasa Hukum Daryana: Sengketa Lahan Murni Perdata, Bukan Pidana

‎‎”Kenapa saya pilih Masjid, karena selain ada efisiensi Masjid bisa lebih berkah. Jadi  berkahnya juga dapat,” tutur Anwar Hafid.

Memperoleh Pengalaman Berharga

‎‎Sejumlah kepala dinas yang mengikuti retret mengaku mendapatkan pengalaman berharga yang memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan.

‎‎Salah satunya dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah, Muchsin Husain Pakaya yang merasa agenda retret kali ini sangat berkesan.

‎‎”Kalau di luar mungkin terbatas fasilitasnya, kalau di Masjid ini kan luarbiasa dan juga lebih menyatukan kita semua, di sini tidak ada yang membawa jabatan, semua sama,” ungkap Muchsin.

‎‎Melalui kegiatan ini, Anwar Hafid kembali menegaskan identitas kepemimpinannya sebagai figur yang konsisten membangun Sulawesi Tengah dengan pendekatan humanis, religius, dan berintegritas.

‎‎Retret kepala dinas di Masjid Raya Al-Khairaat ini sekaligus menegaskan posisi Anwar Hafid sebagai pemimpin visioner yang berani keluar dari pola konvensional demi menghadirkan pemerintahan yang bersih, melayani, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual.

Hal menarik tersaji saat Gubernur Sulteng Anwar Hafid berkesempatan mengunjungi ruangan mengasoh para peserta retret. Saat memasuki ruangan tersebut, Gubernur Anwar mengaku bahwa retret ini menjadi momen para pimpinan OPD lepas dari tekanan.

Selanjutnya Gubernur Anwar menyapa satu satu persatu pimpinan OPD yang tak menyangka malam itu Gubernur Anwar Hafid menyempatkan diri untuk berkunjung. Sejumlah momen menggelitik yang semakin mendekatkan hubungan emosional antara Gubernur Anwar dengan kabinetnya tersaji melalui candaan ringan.  Ada di antara pimpinan OPD menggunakan matras yang cukup besar sehingga Gubernur Anwar mencandainya kalau yang bersangkutan membawa spring bednya ke tempat retret. Masih banyak humor humor segar lainnya terlontar dari mulut Gubernur Anwar yang disambut tawa renyah dari para peserta retret.  (red/teraskabar)