Sabtu, 31 Januari 2026

Penanganan Kedaruratan Pergeseran Tanah di Fatufia Morowali Usai

penanganan kedaruratan pergeseran tanah di fatufia morowali usai
Penanganan kedaruratan pergeseran tanah di Fatufia Morowali usai, Sabtu (31/1/2026). Foto: Dokist

Morowali, Teraskabar.id– Penanganan kedaruratan pergeseran tanah di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, resmi dinyatakan berakhir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan penanganan kedaruratan pergeseran tanah selesai. Seluruh unsur terlibat menarik diri dari lokasi kejadian setelah bekerja selama tiga hari, sejak Kamis (29/1/2026) hingga Sabtu (31/1/2026).

BPBD Morowali Pastikan Tanggap Darurat Berakhir

Kepala BPBD Kabupaten Morowali, Bahdin Baid, menyampaikan pernyataan terkait penutupan masa tanggap darurat. Ia menekankan bahwa seluruh langkah penanganan berjalan cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan warga.

“Penanganan kedaruratan pergeseran tanah di Desa Fatufia dinyatakan selesai. Para warga terdampak kini telah berada di kost-kostan yang baru dan sebagian lagi tinggal bersama keluarganya. Tidak ada lagi warga terdampak di pengungsian,” ujar Bahdin Baid, Sabtu (31/1/2026).

Selain itu, Bahdin Baid memastikan seluruh warga terdampak telah mendapatkan penanganan yang layak. Pemerintah daerah, kata dia, memastikan tidak ada warga yang kembali ke lokasi berisiko.

“Kami memastikan seluruh warga terdampak sudah berada di tempat aman dan tidak ada aktivitas pengungsian lagi,” kata Bahdin Baid.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Penanganan Kedaruratan Pergeseran Tanah

Lebih lanjut, Bahdin Baid mengapresiasi keterlibatan semua pihak. Ia menyebut sinergi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan penanganan kedaruratan di Desa Fatufia. TNI, Polri, PT IMIP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemerintah Kecamatan Bahodopi, Pemerintah Desa Fatufia, KSR PMI, Pramuka Peduli Bencana, serta relawan kebencanaan dinilai bekerja solid sejak hari pertama.

Seperti diketahui, pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia pada Kamis (29/1/2026). Peristiwa tersebut merusak sejumlah bangunan kost-kostan dan memaksa petugas mengevakuasi 288 warga. Namun demikian, berkat respons cepat dan koordinasi intensif, penanganan dapat diselesaikan sesuai prosedur dan target penanganan bencana.

  Huabao Gelar Buka Puasa dan Sebar Ratusan Paket Sembako untuk Duafa di Tiga Desa di Bungku Barat Morowali

Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Morowali, H. Gunawan, SKM, menyampaikan bahwa tim gabungan yang berada di lokasi selama tiga hari melakukan berbagai upaya untuk memastikan keselamatan warga.

“Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik antar-instansi, semua dapat berjalan lancar. Mulai dari evakuasi warga, penyiapan dan penyediaan kebutuhan dasar dipengungsian, pengamanan lokasi, mitigasi awal hingga penyiapan hunian yang aman untuk para warga terdampak. Semua berjalan dengan baik,” beber H. Gunawan. (Ghaff/Teraskabar).