Morowali, Teraskabar.id – Kelangkaan LPG 3 Kg di Morowali, memicu keluhan warga menjelang Ramadhan. Situasi kelangkaan LPG 3 Kg ini terjadi ketika kebutuhan rumah tangga meningkat tajam. Karena itu, warga langsung merasakan dampaknya.
Ketua Umum Forum Rakyat Bersatu (Forbes) Morowali, Hanto alias Abdul Jamil, menyampaikan protes secara terbuka. Ia menuliskan keluhannya di Grup WhatsApp Forum Diskusi Informasi (FDI). Ia menyoroti kondisi yang menurutnya meresahkan masyarakat kecil.
“Tabung gas skrg langka, puasa tinggal menghitung hari. Bagaimana solusinya skrg om gaff?” tulis Hanto digrup tersebut, Senin (16/2/2026).
Ia meminta pemerintah daerah segera menghadirkan solusi nyata. Ia menegaskan warga tidak boleh menghadapi Ramadan dalam kondisi sulit mendapatkan bahan bakar utama. Selain itu, ia menilai distribusi harus berjalan tepat sasaran agar tidak memicu kepanikan.
Di lapangan, Hanto mengaku bahwa warga kesulitan memperoleh tabung gas. Bahkan, sebagian warga harus mencari ke beberapa titik berbeda. Kondisi ini semakin memperjelas dampak kelangkaan LPG 3 Kg di Morowali.
Kelangkaan LPG 3 Kg: Penjelasan Pihak Pemerintah Daerah
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bagian perekonomian dan Sumber daya alam sekretariat Pemda Morowali, Anwar Saimu, memberikan penjelasan. Ia menyatakan distribusi dari agen ke pangkalan berjalan normal. Namun demikian, ia mengakui lonjakan permintaan menjelang Ramadan meningkatkan konsumsi secara signifikan.
“Ketersediaan dari agen ke pangkalan sebenarnya normal. Namun permintaan menjelang Ramadhan meningkat, kemudian pasokan dari Sulawesi Selatan juga sempat terhambat,” jelas Anwar, saat dikonfirmasi media ini.
Ia menambahkan pemerintah daerah membangun koordinasi dengan distributor dan instansi terkait. Ia memastikan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kelangkaan tersebut.
Operasi Pasar dan Pengawasan Distribusi
Selanjutnya, Anwar menjelaskan bahwa pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan operasi pasar murah LPG 3 kilogram bersubsidi. Langkah ini bertujuan menstabilkan harga serta menjawab keresahan akibat kelangkaan LPG 3 Kg.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan. Aparat meningkatkan pengawasan untuk mencegah penimbunan dan permainan harga.
Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau distribusi. Pemerintah berkomitmen menjaga pasokan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. (Ghaff/Teraskabar).






