Morowali, Teraskabar.id – PT Vale Indonesia sangat aktif memberi dukungan pada penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di area operasionalnya sebagai upaya peningkatan kapasitas wartawan. Partisipasi PT Vale dalam UKW bukan sekadar dukungan seremonial, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.
“Bagi PT Vale, kegiatan UKW bukan hanya agenda peningkatan kapasitas wartawan, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan kredibel, khususnya di wilayah operasional kami,” ujar Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar.
Ia menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi dan derasnya arus digital, peran wartawan menjadi semakin strategis sebagai penjaga akurasi, keseimbangan, dan kepercayaan publik.
“Kita kerap mendengar narasi tentang dirty nickel, praktik pertambangan yang merusak lingkungan, atau aktivitas yang dinilai tidak sesuai kaidah, khususnya di wilayah seperti Morowali. Di sinilah peran media menjadi sangat penting, tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan informasi yang utuh, berbasis data, dan berimbang. Kehadiran PT Vale dalam UKW ini adalah wujud komitmen kami terhadap keterbukaan informasi dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” lanjutnya.
Partisipasi PT Vale dalam UKW di Morowali
Kehadiran PT Vale Indonesia dalam agenda peningkatan kapasitas wartawan ini yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali, Selasa (3/2/2026) di Aula Hotel Metro, Bungku Tengah, Morowali, menjadi penanda penting bahwa keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan teknis dan operasional, tetapi juga oleh kualitas ekosistem informasi publik yang mengiringinya.
Melalui kolaborasi aktif dalam kegiatan UKW bersama PWI Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), mengambil peran strategis dalam memperkuat narasi berbasis fakta terkait tata kelola pertambangan yang baik (good mining practices) sekaligus mendukung profesionalisme jurnalisme di daerah operasional perusahaan.
UKW Sulawesi Selatan
UKW Sulawesi Selatan (Sulsel) juga telah dilaksnakan PT Vale Indonesia yang dipusatkan pelaksanaannya di Makassar. Sebanyak 27 wartawan dari berbagai daerah di Sulsel tercatat mengikuti seluruh rangkaian ujian yang digelar oleh lembaga uji Bisnis Indonesia, bekerja sama dengan PT Vale Indonesia , mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2025.
UKW kali ini diikuti oleh peserta dari beragam wilayah, termasuk Makassar dan Luwu Raya, yang tersebar ke dalam tiga jenjang kompetensi yakni muda, madya dan utama. Dari total 30 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos administrasi dan mendapat persetujuan Dewan Pers, tiga di antaranya terpaksa mengundurkan diri karena alasan personal dan force majeure, seperti kendala kesehatan serta keperluan keluarga mendesak.
Dengan demikian, jumlah peserta aktif yang menuntaskan seluruh rangkaian uji selama 31 Juli hingga 2 Agustus 2025 berjumlah 27 jurnalis. Rinciannya, 16 orang mengikuti jenjang muda sebagai dasar profesionalisme jurnalistik, 7 orang di jenjang madya yang menguji kematangan dalam kerja redaksi dan 4 orang di jenjang utama yang menjadi tolok ukur kemampuan manajerial dalam pengelolaan ruang redaksi.
Menurutnya, jurnalisme memiliki peran strategis dalam demokrasi modern bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengawal kekuasaan, menjembatani aspirasi publik, hingga membangun ruang publik yang sehat. Untuk itu, profesionalisme dan integritas wartawan menjadi syarat mutlak.
Pelaksanaan UKW Sulsel 2025 ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat ekosistem pers yang profesional dan bertanggung jawab. Keterlibatan mitra industri seperti PT Vale Indonesia Tbk. memperlihatkan kesadaran lintas sektor terhadap pentingnya jurnalisme yang bermutu dalam mendukung demokrasi dan pembangunan yang berkelanjutan.
Meski proses pengujian telah selesai, para peserta masih harus menunggu hasil resmi dari tim penguji. Kendati demikian, antusiasme 27 jurnalis yang ditunjukkan selama pelaksanaan UKW Sulsel 2025 ini menjadi indikator awal bahwa ekosistem jurnalisme Sulawesi Selatan terus bergerak ke arah yang lebih baik, lebih profesional, kredibel, dan adaptif terhadap tuntutan zaman.
Lahirkan 131 Jurnalis Kompeten
Sampai saat ini PT Vale telah memfasilitasi enam sesi UKW sejak 2022 di tiga provinsi utama wilayah operasinya — dengan total 131 jurnalis yang telah dijangkau dan sebagian besar dinyatakan kompeten oleh Dewan Pers. Adapun rinciannya sebagai berikut:
Makassar (2022) – 21 wartawan
Kendari (2022) – 20 wartawan
Sorowako (2023) – 19 wartawan
Palu (2024) – 21 wartawan
Makassar & Luwu Raya (2025) – 30 wartawan
Morowali (2026) -20 Wartawan
Langkah ini menandai investasi sosial jangka panjang PT Vale dalam memperkuat kapasitas jurnalisme, terutama di wilayah timur Indonesia, di mana peran media sangat strategis dalam mengawal narasi pembangunan, transformasi industri, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami tidak hanya melihat media sebagai saluran komunikasi,” lanjut Vanda. “Kami melihat media sebagai mitra strategis dalam memastikan pembangunan yang inklusif dan dapat dipertanggungjawabkan. Inisiatif ini adalah investasi jangka panjang dalam ekosistem demokrasi yang sehat.”
Para jurnalis yang terlibat aktif meliput isu-isu pembangunan, lingkungan, transformasi industri, hingga transisi energi di wilayah operasi PT Vale seperti Luwu Timur, Morowali, dan Pomalaa. Melalui peningkatan kapasitas ini, mereka diharapkan dapat menjalankan peran sebagai penghubung antara industri, masyarakat, dan kebijakan, sekaligus meningkatkan literasi publik. (red/teraskabar)







