Palu, Teraskabar.id– Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi memastikan bahwa Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Posotersisa satu orang.
“Kita tahu sisa DPO MIT ada dua orang, akan tetapi dari hasil beberapa kali dan beberapa hari koordinasi saya dengan Densus, kita sudah dapat memastikan bahwa tersangka yang ada itu tinggal satu. Yaitu Pak Guru alias Askar,” kata Irjen Pol. Rudy saat menggelar halal bihalal dengan wartawan di Aula lantai I Polda Sulteng, Rabu (18/5/2022).
Baca juga :Masih Ada 3 Sisa DPO Teroris, Operasi Madago Raya Diperpanjang
“Dan menurut keterangan saksi baik itu penduduk, petani dan beberapa teman dari luar yang melihat memang tinggal dia. Namun kami masih mencari, kalau memang Nae benar pernah tertembak kita sedang cari di mana jenazahnya dimakamkan, bersabar kita akan terus cari jejaknya,” tambah Rudy.
Rudy juga mengimbau kepada DPO teroris MIT Poso yang saat ini sisa satu orang untuk sebaiknya segera menyerahkan diri. Tapi bila tidak menyerah kami akan terus cari sampai dapat, tutup mantan Kapolda Jawa Barat ini.
Baca juga : 22 Warga Sulteng Ditangkap Densus 88 AT Polri dan Polda Sulteng, Berikut Keterlibatannya
Halal Bihalal Polda Sulteng dengan wartawan selain dihadiri Kapolda Sulteng turut dihadiri Wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Hery Santoso, Irwasda, Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Dirresnarkoba dan Dirlantas Polda Sulteng serta beberapa awak media unit liputan Polda Sulteng.
Sebagaimana diketahui, 22 warga Sulawesi Tengah (Sulteng) ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri dibantu Polda Sulteng rentang waktu tanggal 14-16 Mei 2022
Demikian dikatakan Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi
saat menggelar Halal Bi Halal dengan wartawan di Aula Lantai I Polda Sulteng, Rabu (18/5/2022).
“Densus 88 AT Polri telah melakukan serangkaian penindakan terhadap 24 orang yang terlibat dalam jaringan Jamaah Anshor Daulah (JAD) supporting kelompok MIT di wilayah DKI Jakarta, Sulteng dan Kaltim,” katanya di hadapan wartawan, Rabu (18/5/2022).
“24 orang yang ditangkap di antaranya di Sulteng sebanyak 22 orang 19 berasal dari Poso dan 3 dari Ampana, DKI Jakarta satu orang dan di Kaltim satu orang,” kata Rudy. (teraskabar)






