Rabu, 1 Juli 2026
Home, News  

83 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Gubernur Anwar Hafid Gugah Empati di HUT ke-62 Sulteng

83 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Sulteng, Gubernur Gugah Empati di HUT ke-62
Gubernur Sulteng Anwar Hafid memberikan sambutan pada upacara HUT ke-62 Sulteng, Senin (13/4/2026), di halaman kantor gubernur. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Memasuki dua tahun masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid- Reny A Lamdjido, mulai mencanangkan Program BERANI Bedah Rumah. Sebanyak 83 ribu rumah tak layak huni jadi catatan Anwar – Reny untuk segera mendapat penanganan.

Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengakui, masih banyak masyarakat Sulawesi Tengah yang hidup dalam kondisi hunian yang belum layak. Pemerintah Provinsi mencatat, sebanyak 83 ribu unit rumah kategori tak layak huni di Sulteng. Total jumlah ini tersebar di 12 kabupaten dan satu kota se- Sulteng.

“Kita tidak menutup mata jika masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang belum layak, tercatat 83 ribu rumah tak layani huni,” kata Anwar Hafid saat memberikan sambutan pada upacara HUT ke-62 Sulteng di halaman kantor gubernur, Senin (13/4/2026).

Fakta ini kata Anwar Hafid, menuntut empati pada setiap elemen masyarakat di provinsi ini agar warga yang menempati rumah tak layak huni, bisa juga merasakan kehidupan yang layak.

“Kewijiban kita sebagai anak Sulteng yang sudah berhasil, baik sebagai pejabat maupun pengusaha untuk saling bergandengan tangan dan bersama-sama membantu suadara-saudara kita itu,” ujar Anwar Hafid.

83 Ribu Rumah Tak Layani Huni

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulteng telah mencanangkan Program BERANI Bedah Rumah, sehari sebelum HUT Ke-62 Sulawesi Tengah, tepatnya pada Ahad (12/4/2026). Penyerahan hasil bedah rumah kepada Ibu Hasima, warga Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, menandai pencanangan Program BERANI Bedah Rumah.

Selain di Kabupaten Donggala, Program BERANI Bedah Rumah ini juga mulai bergulir di sejumlah kabupaten, seperti Kabupaten Tolitoli, Buol, dan Tojo Una-Una. Pencanangan program ini sebagai langkah awal pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan dasar masyarakat.

  NasDem Sulteng Gelar Pasar Murah dan Pameran Dihadiri 9 Legislator Senayan

“Program BERANI Bedah Rumah ini hadir sebagai Langkah nyata agar perubahan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Fondasi Utama Bangun Kualitas Hidup

Gubernur Anwar Hafid menekankan,  bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas hidup keluarga.

‎ “Kita percaya, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan ruang bagi keluarga untuk membangun masa depan,” tambahnya.

‎‎Gubernur Anwar Hafid juga mengakui bahwa masih banyak masyarakat di Sulawesi Tengah yang hidup dalam kondisi hunian yang belum layak. Oleh karena itu, program ini dihadirkan sebagai solusi konkret yang langsung menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.

‎‎Lebih lanjut, Anwar Hafid menjelaskan bahwa BERANI Bedah Rumah merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

‎‎“Kita ingin menekan angka kemiskinan dengan cara yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

‎‎Melalui program bedah rumah ini, pemerintah provinsi berharap terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, kenyamanan, hingga produktivitas keluarga.

‎‎“Lebih dari itu, kita berharap rumah ini membawa perubahan bagi penghuninya, lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih produktif. Kita ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang, keluarga hidup lebih layak, dan masa depan ditatap dengan optimistis,” ujarnya. (red)