Sabtu, 27 Juni 2026

Balap Manol Hari Bhayangkara di Morowali, Kapolsek Witaponda: Penghormatan untuk Petani

balap manol hari bhayangkara di morowali kapolsek witaponda penghormatan untuk petani
Flyer Balap Manol Hari Bhayangkara. Foto: Dokpolsek WP.

Morowali, Teraskabar.id – Perlombaan balap Manol Hari Bhayangkara menjadi cara unik Polsek Witaponda memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Selain menghadirkan hiburan rakyat, kegiatan itu juga menjadi bentuk penghormatan kepada para petani yang selama ini menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan kearifan lokal.

Kapolsek Witaponda, Iptu Armawansyah, menjelaskan ide penyelenggaraan kegiatan tersebut lahir dari semangat Hari Bhayangkara dengan tema “Polri untuk Masyarakat”.

Kegiatan unik tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu 27 Juni 2026 hingga Minggu 28 Juni 2026, di Desa Puntari Makmur, Kecamatan Witaponda.

Balap Manol Hari Bhayangkara Angkat Peran Petani

Menurut Armawansyah, penyelenggaraan balap manol tidak hanya bertujuan menghibur masyarakat.

Sebaliknya, kegiatan itu juga mengangkat nilai budaya lokal yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Kecamatan Witaponda.

“Awal munculnya kegiatan ini tidak terlepas dari Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema Polri untuk Masyarakat. Ini merupakan bentuk penghormatan Polri kepada para petani yang telah bekerja tanpa lelah menjaga ketahanan pangan,” ucap Armawansyah, Jumat (26/6/2026).

Armawansyah melanjutkan bahwa kegiatan tersebut sekaligus mengangkat kearifan lokal masyarakat Witaponda.

“Kegiatan ini juga menjadi upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan positif dan hiburan rakyat,” kata Armawansyah.

Ia menilai petani memiliki peran besar dalam menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, Polsek Witaponda memilih menghadirkan kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan.

Selain itu, balap manol juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan tradisi lokal secara bersama-sama.

Dengan demikian, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga memberi manfaat sosial.

Polri Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Armawansyah menegaskan Polri terus membangun hubungan yang semakin erat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bersifat positif.

  NETA V - II Resmi Diluncurkan, Begini Harganya

Menurut dia, kehadiran Polri tidak hanya terlihat dalam penegakan hukum. Namun, Polri juga hadir melalui pelayanan, inovasi, serta penyelesaian persoalan masyarakat secara humanis.

“Polri Presisi hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan prima, inovasi kamtibmas, dan problem solving yang humanis,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Armawansyah menekankan keamanan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Sebaliknya, seluruh warga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan situasi yang aman.

“Keamanan lingkungan bukanlah tugas satu orang, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari bergandengan tangan mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman,” katanya.

Antusiasme Warga Sambut Balap Manol

Menjelang pelaksanaan balap Manol Hari Bhayangkara, Polsek Witaponda menerima dukungan luas dari masyarakat.

Banyak warga menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai perlombaan itu menjadi wadah silaturahmi sekaligus hiburan yang dekat dengan kehidupan petani.

“Bagi masyarakat, Balap Manol bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, hiburan rakyat, sekaligus bentuk kebanggaan terhadap karya dan inovasi para petani,” jelasnya.

Antusiasme ini menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat budaya dan potensi lokal memang sangat dinantikan masyarakat.

Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya lokal masih memiliki daya tarik yang kuat.

Karena itu, Armawansyah berharap kegiatan tersebut terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Ia ingin balap Manol Hari Bhayangkara tidak berhenti sebagai agenda peringatan tahunan semata.

Sebaliknya, kegiatan itu diharapkan menjadi tradisi yang terus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan sehingga terus menjadi ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus melestarikan budaya lokal yang menjadi kebanggaan daerah,” tutup Armawansyah. (G)

  Bupati Iksan di Gedung KPK: Lawan Korupsi Harus Dimulai dari Karakter!