Rabu, 1 Juli 2026

Harganas 2026 di Morowali: Pemerintah Tekankan Peran Keluarga Cegah Stunting

harganas 2026 di morowali pemerintah tekankan peran keluarga cegah stunting
Harganas 2026 di Morowali. Foto: IKP.

Morowali, Teraskabar.id – Hari Keluarga Nasional atau Harganas 2026 di Morowali menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Morowali untuk memperkuat peran keluarga dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berkarakter.

Selain itu, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat mempercepat pencegahan stunting melalui penguatan fungsi keluarga sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar Upacara Peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Morowali, Senin (29/6/2026).

Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menghadiri kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sekretaris Daerah Morowali, Yusman Mahbub, memimpin upacara sebagai inspektur.

Selanjutnya, para kepala organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara mengikuti jalannya upacara dengan khidmat.

Sementara itu, pemerintah menggelar peringatan Harganas secara serentak di seluruh Indonesia sesuai instruksi pemerintah pusat.

Pemerintah Soroti Peran Keluarga

Pada kesempatan itu, Yusman Mahbub membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Melalui pidato tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Selain itu, pemerintah menilai keluarga mampu membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Karena itu, pemerintah mengarahkan berbagai program pembangunan agar berpusat pada penguatan keluarga.

Dengan demikian, setiap keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul.

Harganas 2026 di Morowali: Tiga Fokus Pembangunan Keluarga

Dalam pidato tersebut, pemerintah menekankan tiga fokus utama pembangunan keluarga. Pertama, pemerintah mendorong peningkatan kesehatan keluarga.

Kedua, pemerintah memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini. Ketiga, pemerintah meningkatkan ketahanan mental dan spiritual seluruh anggota keluarga.

Lebih lanjut, pemerintah mengajak masyarakat mencegah stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Langkah itu menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif. Oleh sebab itu, Harganas 2026 di Morowali tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.

  Desa Limbo Makmur Kembangkan Program Ketahanan Pangan Lewat Usaha Ayam Potong

Sebaliknya, peringatan tersebut menjadi ajakan nyata untuk memperkuat kualitas keluarga di setiap rumah tangga.

Harganas 2026 di Morowali: Orang Tua Diminta Lebih Aktif

Pemerintah juga meminta orang tua meningkatkan keterlibatan dalam pengasuhan anak. Secara khusus, pemerintah mendorong para ayah mengambil peran lebih besar dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas komunikasi dan interaksi di lingkungan keluarga. Akibatnya, anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh perhatian.

Ajak Wujudkan Indonesia Emas 2045

Melalui Harganas 2026 di Morowali, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat membangun keluarga yang berkualitas.

Selanjutnya, pemerintah berharap setiap keluarga mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul.

Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Dalam pidato yang dibacakan Sekda Morowali, pemerintah menyampaikan pesan penutup.

“Cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang.” ucap Yusman Mahbub.

Karena itu, Harganas 2026 di Morowali menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa selalu berawal dari keluarga.

Selain memperkuat kesehatan, keluarga juga membentuk karakter, menjaga ketahanan mental, serta melahirkan generasi yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. (G)