Rabu, 1 Juli 2026

Nelayan Asal Bungku Barat Morowali Hilang Saat Melaut di Perairan Topogaro, Tim SAR Dikerahkan

Nelayan Asal Bungku Barat Morowali Hilang Saat Melaut di Perairan Topogaro, Tim SAR Dikerahkan
Tim SAR gabungan dikerahkan mencari nelayan asal Bungku Barat Morowali yang hilang di perairan Topogaro. Foto: Basarnas Palu

Morowali, Teraskabar.id– Seorang nelayan bernama Mustakim (56) belum kembali dari melaut di Perairan Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Nelayan asal Bungku Barat Morowali ini hilang saat melaut untuk mencari ikan di Perairan Topogaro, pada Senin dinihari (29/6/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kepala Kantor SAR Palu, Muh. Rizal, SH., mengatakan, dikutip dari pengakuan Siswanto sebagai pelapor,  kebiasaan korban biasanya kembali pada sekitar pukul 12.00 Wita. Namun hingga waktu yang ditentukan korban belum kembali.

Sekitar pukul 18.53 Wita, korban masih sempat berkomunikasi dengan istrinya dan menyampaikan bahwa perahu yang digunakannya mengalami mati mesin di Perairan Topogaro.

Sejak komunikasi tersebut, korban tidak dapat lagi dihubungi (lost contact). Pihak keluarga bersama rekan nelayan dan masyarakat setempat telah melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Pos SAR Morowali untuk meminta bantuan pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Palu memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Morowali menuju lokasi kejadian menggunakan truk personel dengan membawa perahu karet beserta peralatan pendukung operasi SAR pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 06.13 Wita.

Lokasi kejadian berada di perairan Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, pada koordinat lokasi kejadian 2°14’51.43″S 121°50’26.02″E, Heading 156° arah timur laut dari Pos SAR Morowali dengan jarak 21 Nautical Mile (NM).

Operasi SAR gabunan ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Morowali, BPBD Kabupaten Morowali, pemerintah desa setempat, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat. (red)

  FMKI Morowali Gelar Sunatan Massal Gratis, Ramadhan Ponga: Tanggungjawab Sosial dan Kerja Nyata