Palu, Teraskabar.id– Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengajak warga untuk solid memperjuangkan perubahan untuk Indonesia ke arah lebih baik. Termasuk warga Sulteng agar semakin maju dan semakin sejahtera masyarakatnya.
Ajakan tersebut disampaikan AHY saat bertemu dengan warga Sulawesi Tengah yang dikemas dalam suatu kegiatan Dialog Rakyat, Ngobrol Pagi Bersama Rakyat yang digelar di Tanaris Coffe Kota Palu, Selasa (28/2/2023).
AHY yang hadir didampingi istri, Lestari Annisa Pohan dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menegaskan, bahwa Partai Demokrat komitmen berdiri di garis perjuangan untuk perubahan Indonesia yang lebih baik lagi kedepan.
Baca juga : Anies Kunjungi DPP Demokrat, Bergema Teriakan “Anies-AHY”
Pengakuan polos yang disampaikan oleh Ibu Sukma mewakili UMKM Kota Palu, bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, bukan kali ini saja menurut AHY, ia dengar langsung dari warga.

“Apa yang disampaikan tadi oleh Ibu Sukma bukan hanya di Palu (saya peroleh) tapi di daerah lain,” kata AHY pada dialog yang dipandu langsung oleh Ketua Umum DPD Partai Demokrat Sulteng Anwar Hafid.
Pengakuan polos warga di hampir setiap daerah yang dikunjunginya, terhadap kondisi kekinian bangsa kata AHY, menyimpulkan ada yang salah dalam pengelolaan negeri ini, tanpa bermaksud menyalahkan pihak lain.
Namun, jadi pertanyaan, mengapa rakyat enggan untuk menyuarakannya. “Kenapa takut bersuara di negara sendiri, tapi Partai Demokrat tetap akan tampil menyuarakan apa yang menjadi kegusaran rakyat di tingkat bawah,” ujarnya.
Makanya, AHY mengajak warga Sulteng untuk berjuang bersama Partai Demokrat di Pemilu 2024. Melalui kontestasi Pemilu 2024 katanya, menjadi momentum untuk melakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik lagi.
Partai Demokrat menurut AHY, bukan partai yang hanya mampu mengobral janji. Partai berlambang Mercy ini sudah membuktikan komitmennya saat SBY memimpin negeri ini.
“Bapak ibu jangan salah memilih nanti di Pemilu 2024. Salah memilih bisa membuat penyesalan selama 5 tahun, bahkan bisa 10 tahun,” ujarnya. (teraskabar)






