Rabu, 28 Januari 2026

Aksi AMM Desak Realisasi Beasiswa, Begini Tanggapan Kadis Dikbud Morowali

Aksi AMM Desak Realisasi Beasiswa, Begini Tanggapan Kadis Dikbud Morowali
Foto kolase massa aksi AMM dan Kadis Dikbud Morowali. Foto : Istimewa

Morowali, Teraskabar.idAliansi Mahasiswa Morowali(AMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Morowali, Jumat (19/9/2025). Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WITA tersebut berangkat dari titik kumpul di halaman Kantor Bupati Morowali, lalu dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Dinas Pendidikan sambil menyuarakan orasi terkait berbagai persoalan pendidikan di daerah tersebut.

Spanduk utama aksi bertuliskan “Selamatkan Pendidikan di Morowali dan Realisasikan Beasiswa”, sebagai bentuk penegasan sikap mahasiswa dalam menuntut transparansi dan percepatan penyaluran bantuan beasiswa.

Koordinator Lapangan, Amrin, menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan nominal beasiswa, melainkan juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan secara menyeluruh. Menurutnya, terdapat banyak permasalahan pendidikan di Morowali yang membutuhkan perhatian serius dari Dinas Pendidikan.

“Aksi hari ini bukan sekadar soal beasiswa dengan nominal yang besar. Ini wujud kepedulian terhadap kondisi pendidikan Morowali. Banyak persoalan, mulai dari masalah di Politeknik Logam Morowali hingga kinerja Dinas Pendidikan yang lambat merespon kebutuhan dasar pendidikan. Mahasiswa politeknik, khususnya yang berasal dari Morowali, masih dipandang sebelah mata dan bahkan tidak diberi akses yang sama untuk menerima beasiswa,” ungkap Amrin dalam orasinya.

Ia menambahkan bahwa Peraturan Daerah mengenai beasiswa tidak pernah mengecualikan mahasiswa Politeknik Logam Morowali dari penerima bantuan. Oleh karena itu, menurutnya, setiap mahasiswa berhak memperoleh beasiswa tanpa diskriminasi.

Dalam aksi tersebut, AMM mengajukan lima poin tuntutan utama, yaitu:

  1. Mewujudkan demokratisasi di lingkup kampus dan pendidikan Kabupaten Morowali.
  2. Mempercepat penyaluran beasiswa tahap II serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam tahap selanjutnya.
  3. Memberikan hak yang sama kepada mahasiswa lokal Morowali yang menempuh pendidikan di Politeknik Logam Morowali.
  4. Bekerja sama dengan pihak kampus politeknik untuk menjamin kepastian program magang bagi seluruh mahasiswa.
  5. Melakukan evaluasi ulang terhadap proses verifikasi berkas beasiswa yang dinilai masih kontradiktif.
  FORGASA Desak Kades dan BTIIG Kembalikan Pelabuhan Desa Topogaro Morowali

Merespon aksi tersebut, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Morowali, Amir Aminudin di hadapan massa aksi menjelaskan bahwa program bantuan mahasiswa adalah program pro-rakyat yang sejak awal digagas oleh Bapak Drs. H. Anwar Hafid ketika menjabat sebagai Bupati Morowali. Program ini terus dilanjutkan oleh para pemimpin berikutnya, termasuk Bupati Iksam Baharudin Abdul Rauf, karena memiliki tujuan penting, yaitu meningkatkan indeks pendidikan manusia di Morowali.

“Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa kita bukan 4.000 orang, melainkan 3.273 orang. Tahun ini, setelah pendaftaran dibuka, jumlah mahasiswa yang mendaftar meningkat menjadi 3.686 orang. Artinya, ada mahasiswa yang sebelumnya tidak ikut program, kini turut mendaftar untuk memperoleh bantuan,” bebernya.

Amir Aminudin juga menyampaikan, dana tersebut tidak melalui Dinas Dikbud, tetapi langsung ditransfer dari kas daerah ke rekening mahasiswa. Kendala sering muncul karena rekening tidak aktif, sehingga mahasiswa diminta memastikan rekeningnya valid.

“Bantuan terbagi dua kategori, yaitu untuk keluarga kurang mampu dan mahasiswa berprestasi. Persyaratan dianggap penting karena dana pemerintah wajib mengikuti aturan dan diawasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ungkapnya.

Amir menambahkan, proses pencairan mengikuti mekanisme APBD, termasuk APBD Perubahan. Setelah SK terbit, bank akan langsung memposting ke rekening mahasiswa.

“Terkait mahasiswa Politeknik, hak bantuan tetap ada, namun regulasi sedang dibahas dalam Peraturan Bupati agar tidak tumpang tindih dengan bantuan lain,” tegasnya. (Ghaff/Teraskabar)