Teraskabar.id– Beredar luas video tentang penangkapan salah satu profesor di Universitas Washington ditangkap aparat kepolisian Amerika Serikat ketika melakukan aksi damai pro-Palestina, Selasa (30/4/2024).
Aksi serupa dilakukan di seluruh universitas di negeri paman Sam menyusul pengumuman Amerika Serikat yang memerintah apparat kepolisian menangkap para pengunjuk rasa pro-Palestina.
Akibatnya, sejumlah profesor ditangkap di berbagai Universitas di seluruh Amerika Serikat karena mereka memutuskan untuk memprotes Israel dan genosida yang mereka lakukan di Gaza, di mana mereka telah membantai lebih dari 13.000 anak-anak sejauh ini.
Baca juga: Demo Pro-Palestina Makin Meluas ke Perguruan Tinggi AS
Sebelumnya, seluruh elit politik di Amerika Serikat termasuk Biden dan oposisinya, Partai Republik, seperti gubernur Texas bersama-sama mengumumkan bahwa siapa pun yang melakukan protes terhadap Israel akan berakhir di penjara.
Dengan jelas menggambarkan situasi bahwa Amerika Serikat sepenuhnya dikendalikan oleh para miliarder Yahudi.
Di tempat terpisah, mahasiswa Palestina di Universitas Birzeit dekat Ramallah di Tepi Barat yang dijajah mengusir duta besar Jerman untuk Otoritas Palestina, Oliver Owcza, dan memaksanya keluar dari lokasi tersebut karena dukungan Jerman terhadap Israel.
Baca juga: Amerika Serikat Berikan Lampu Hijau untuk Mengirim Peralatan Militer ke Israel
Insiden itu terjadi pada hari Selasa (30/4/2024), ketika Owcza tiba untuk berkunjung ke Museum Palestina di kampus universitas.
Ratusan mahasiswa menyerbu gedung Museum Palestina saat duta besar menghadiri konferensi dengan perwakilan dari Irlandia, Spanyol, dan Belgia. Video menunjukkan duta besar tersebut melarikan diri ketika para mahasiswa mengejarnya dan menyuruhnya “keluar”.
Jerman telah menghadapi kritik global atas perannya dalam mendukung Israel dalam perang di Gaza, memberikan dukungan politik yang besar dan menjadi eksportir senjata terbesar kedua ke Israel setelah Amerika Serikat. (teraskabar)







