Sabtu, 24 Januari 2026

Aminuddin Awaludin Gelar Reses di Pesantren, Serap Aspirasi dan Kobarkan Semangat Kebangkitan

Aminuddin Awaludin Gelar Reses di Pesantren, Serap Aspirasi dan Kobarkan Semangat Kebangkitan
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Morowali, Aminuddin Awaludin diapit oleh Kepala Desa Solonsa, Sadam dan Ketua Ponpes Al Amin, Muhammad Sabri dalam kegiatan Reses, Ahad (24/8/2025). Foto : Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Morowali, Aminuddin Awaludin, melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 dengan cara yang berbeda. Alih-alih hanya menggelar tatap muka formal, Aminuddin memilih merangkaikan agenda resesnya bersama kegiatan Hiziban dan Reuni Akbar Alumni Pondok Pesantren Al-Amin Nahdlatul Wathan (NW) di Desa Solonsa, Kecamatan Witaponda, Ahad (24/8/2025).

Jamaah, alumni, santri, dan tokoh masyarakat tumpah ruah menghadiri kegiatan yang penuh khidmat dan kekeluargaan itu. Hadir pula mewakili Bupati Morowali, Abdul Malik Hafid, SH., M.Si., Camat Witaponda Nasron, S.Sos., Kepala Desa Solonsa Sadam, serta pengasuh, pendiri, dan pembina pesantren.

Dalam pemaparannya, Aminuddin Awaludin menegaskan bahwa reses bukan sekadar forum serap aspirasi rutin, tetapi juga ruang untuk menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat. “Reses harus menghadirkan makna. Dan bagi saya, momentum Hiziban dan Reuni Akbar ini menjadi bagian dari kebangkitan, bukan hanya bagi pesantren, tapi juga bagi masyarakat Morowali secara keseluruhan,” ujarnya.

Politisi muda itu menghubungkan momentum Hari Kemerdekaan ke-80 dengan semangat pesantren. Menurutnya, Nahdlatul Wathan memiliki arti “kebangkitan umat dan kebangkitan bangsa” yang selaras dengan cita-cita pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pesantren adalah benteng moral yang harus terus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Pembangunan Morowali tidak boleh hanya diukur dari industri dan infrastruktur. Pembangunan moral dan keagamaan harus berjalan beriringan. Pondok pesantren hadir untuk memastikan keseimbangan itu,” tegasnya.

Dalam forum reses tersebut, Aminuddin juga menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat terkait penguatan lembaga keagamaan, termasuk dukungan fasilitas pesantren, akan diperjuangkan di DPRD. Ia menyinggung soal proposal bantuan yang telah diajukan oleh pihak pesantren dan berkomitmen mengawalnya agar mendapat persetujuan bersama.

  Kadishub Happy Noor: Pemkab Donggala Tak Beli Fisik Bus Angkutan Perkotaan Tapi Layanannya

“Ketika kita bicara tentang kepentingan umat, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang kepentingan bersama. Saya berharap aspirasi ini bisa kita wujudkan bersama demi lahirnya generasi yang berkarakter kuat,” tambahnya.

Dengan menjadikan pondok pesantren sebagai lokasi reses, Aminuddin Awaludin ingin memberi pesan bahwa wakil rakyat harus turun langsung ke basis kehidupan masyarakat. “Dari pesantrenlah lahir generasi terbaik bangsa. Maka tugas kita adalah merawat dan membesarkannya,” pungkasnya. (Ghaff/Teraskabar)