Palu, Teraskabar.id – Angka prevalensi stunting di Sulawesi Tengah (Sulteng) berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022, masih relatif tinggi mencapai 28,2 persen. Angka ini menurun 1,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Walau mengalami penurunan, namun angka prevalensi stunting di Sulteng masih jauh di atas rata-rata nasional sebesar 21,6 persen.
Tingginya angka prevalensi stunting di Sulteng menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulteng. Sehingga, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023 menjadi momentum bagi Pemprov Sulteng untuk menekan lajut pertumbuhan angka stunting di Sulteng.
Baca juga: Wabup Donggala Ajak NGO Tekan Angka Stunting
“Peringatan Hari Keluarga Nasional 2023 menjadi momentum yang tepat dalam penguatan komitmen bersama bagi seluruh lapisan masyarakat dalam upaya penguatan peran keluarga dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Wakil Gubernur Sulteng Ma’mun Amir saat menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (6/7/2023).
Baca juga: Percepatan Penanganan Stunting, Brimob Siapkan Personel dan Prasarana
Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulteng Hj.Halima, Kepala BKKBN Sulteng Tenny Calvenny Soriton, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Sulteng Tuty Zarfiana, ikut mendampingi Wagub Sulteng menghadiri puncak peringatan Harganas ke-30 di Banyuasin.
Wagub Ma’mun menambahkan, untuk mewujudkan keluarga bebas stunting untuk Indonesia dan Sulteng Sejahtera dan Maju, ia berkomitmen mendorong kabupaten/kota se-Sulteng berkolaborasi dengan PKK serta instansi terkait, agar penanganan stunting lebih tepat sasaran, lebih akurat, lebih efektif dan efisien.
Baca juga: Genre Solusi Atasi 3 Masalah Remaja
“Insya Allah hasil Harganas akan kita sampaikan ke Bapak Gubernur H.Rusdy Mastura agar penanganan Stunting lebih komprehensif,” ujarnya. (Biro Adpim)






