Jumat, 3 Juli 2026

Anwar Hafid Imbau Warga Tolak Politik Uang, Berakibat 5 Tahun Menderita

Anwar Hafid Imbau Warga Tolak Politik Uang, Berakibat 5 Tahun Menderita
Pasangan BERANI menggelar deklarasi di Desa Tomoli, Kecamatan Toribu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jumat malam (13/9/2024). Foto: Media Center BERANI

Parimo, Teraskabar.id – Jika mengandalkan orang lain, apalagi kalau yang diandalkan adalah seorang pejabat atau orang besar menunjukkan bahwa pemimpin itu tak percaya diri.

“Bagaimana mau mimpin daerah kalau tidak percaya diri, apalagi jika selalu bersandar pada pejabat besar,” tegas calon Gubernur Sulawesi Tengah 2024,  Dr. Anwar Hafid, M.Si di hadapan 8000-an masyarakat Tomoli, Kecamatan Toribu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jumat malam (13/9/2024).

Anwar mengatakan pendidikan itu penting, sehingga memprogramkan Sulteng Nambaso, kepanjangan dari Anak Miskin Bisa Sekolah.

Baca juga: Anwar Hafid Prihatin Ruas Jalan Desa Masih Banyak Rusak Parah di Sulteng

Oleh sebab itu, Anwar Hafid berjanji jika terpilih jadi Gubernur di Pilkada Sulteng 2024, maka akan menganggarkan bantuan biaya pendidikan bagi anak Sulteng. Karena Pemerintah Provinsi Sulteng yang akan membiayainya.

“Kami akan menganggarkan Rp4 juta per anak untuk biaya sekolah. Mana bapak dan ibu suka bantuan biaya sekolah Rp4 Juta per anak atau sembako sekali terima lima tahun kita menderita,” ujar Anwar yang disambut teriakan massa “Betul, ambil sembakonya jangan tusuk calon.”

Ketua dewan pengurus masyarakat cinta Masjid Indonesia (MCMI) menjelaskan, pendidikan yang bagus juga harus dibarengi dengan pelayanan kesehatan yang baik.

Baca jugaSilaturahmi di Siniu Parimo, Anwar Hafid: Kenali Gambar  yang Berbeda dengan Pasangan Calon Lainnya

“Soal kesehatan ini akan diaplikasikan dalam bentuk pelayan kesehatan cukup dengan KTP, jadi tidak perlu lagi BPJS, karena pemprov Sulteng yang akan menanggung biaya obat masyarakat yang tergolong miskin,”ujar ketua DPD Partai Demokrat Sulteng itu.

Di akhir orasi politiknya, Anwar Hafid mengajak masyarakat hindari politik uang. Karena politik uang tidak memberikan manfaat bagi kelangsungan kepemimpinan dan kemajuan daerah.

  Sengketa Lahan Warga Vs Perusahaan di Morowali Utara, Anwar Hafid Janji Prioritaskan Penyelesaiannya

“Mohon maaf kami pasangan Anwar – Reny tidak punya uang untuk membeli suara. Olehnya kalau komiu memilih pemimpin karena politik uang, maka kami sudah tidak terpilih. Tapi kalau komiu memilih kami karena program kami, Insya Allah kami jadi Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata  mantan bupati Morowali dua periode itu.

Sementara itu Bakal Calon Wakil Gubernur, Reny A Lamadjido menambahkan, untuk mendukung peningkatan dan pelayanan kesehatan cukup dengan KTP, maka akan dibangun rumah sakit bertaraf internasional.

“Sehingga masyarakat Sulteng tidak perlu dirujuk ke luar daerah untuk berobat,” kata mantan Dirut RSUD Undata itu. (red/teraskabar)